Forgiveness Therapy dalam Manajemen Emosi

forgiveness therapy dalam manajemen emosi


Membaca ulang materi ini sambil garuk-garuk kepala, kenapa? Aku tipikal orang yang susah sekali memaafkan orang lain jika perbuatannya sudah kelewatan dan nggak bisa ditoleransi. 

Memaafkan kesalahan orang itu Surga ganjarannya, kita semua pastinya sudah mengetahuinya, namun sungguh ini nggak mudah bagiku, sangat teramat berat. Forgiveness Therapy merupakan salah satu metode untuk mencapainya. Apa dan bagaimana cara mengaplikasikan teknik ini? Kita baca sama-sama yuks! 

Forgiveness (Pemaafan)

Memaafkan adalah proses melepaskan rasa nyeri, kemarahan dan dendam yang disebabkan oleh pelaku. Memaafkan melibatkan pikiran, perasaan, dan tindakan tertentu. 

Memaafkan adalah pengalaman perpindahan dari suatu momen ke momen
lain. Memaafkan tidak hanya mengenyahkan energi negatif tapi juga menggerakkan ke perasaan positif.

Analogi dari Dr.Hayes, orang yang tidak memaafkan ibarat orang yang terkena sabetan Celurit dari seseorang dan membawanya kemana- kemana. Membiarkan, seolah-olah menikmati, bahkan memamerkan luka dari sabetan Celurit itu kepada orang lain. 

Sementara lukanya semakin lama karena tidak diobati, semakin menganga, semakin sakit, semakin membusuk, semakin bernanah.

Lantas bagaimana caranya agar orang yang terkena sabetan Celurit tadi sembuh? Dengan cara mencabut Celurit yang ada di badannya, membersihkan darah dan nanah yang ada di badannya, mengobatinya, kemudian menjaga proses kesembuhannya, sampai menjadi sehat pulih seperti sedia kala.

Peristiwa menyembuhkan diri dari sabetan Celurit tadi sama seperti proses Pemaafan. Bagaimana caranya?

  • Pertama yang harus kita lakukan adalah dengan mencabutnya dari pikiran kita, mental sebagai korban. 
  • Kedua, bersihkan dari hati dan pikiran kita, sikap dan emosi buruk akibat perasaan dizalimi dan mental sebagai korban.
  • Ketiga, obati hati dan pikiran kita dengan menerima semua peristiwa di masa lalu, adalah sebagai bagian dari cerita hidup dan takdir yang pasti membawa hikmah, yang karena keterbatasan pikiran kita, belum mampu menangkap hikmah dari peristiwa tersebut.
  • Keempat, menjaga hati dan jiwa bergerak menuju kesembuhan dengan memulai skema baru dan membangun mental sebagai subyek hidup yang memegang kendali penuh atas kebahagiaan dirinya sendiri.

Makna memaafkan

Memaafkan adalah menerima apa yang sedang terjadi. Untuk memaafkan perlu ada sikap menerima atas apa yang terjadi. Menerima kenyataan dibarengi dengan pemahaman yang lengkap tentang apa yang terjadi.

Memaafkan bukan berarti kita menunda kemarahan. Memaafkan berarti membolehkan diri sendiri merasa marah, bukan menundanya, namun juga pada saat yang sama, mampu mengelola emosi marah itu sehingga kita tidak berada dalam kendalinya.

Bersikap netral terhadap orang lain. Wajar jika seseorang memiliki sikap negatif ketika ia disakiti oleh orang lain. Memaafkan bukan hanya mengalihkan dari sikap negatif kepada sikap netral. 

Namun, memaafkan akan mengalihkan kita dari sekedar netral, ke sikap kasih sayang pada orang lain.

Jadi, Forgiveness Therapy adalah teknik sederhana  untuk menetralkan dan mengangkat emosi negatif yang tersimpan. 

Teknik ini biasanya digunakan para terapis untuk membantu kliennya yang mengalami masalah dalam manajemen emosi dan teknik ini juga bisa diterapkan mandiri di rumah, lho.


Tahapan Pemaafan Patrick Miller

  • Perhatikan urutannya; peristiwa-pikiran-perasaan-tindakan. Perhatikan dengan rinci peristiwa yang membuat sedih, marah kepada pelaku. 
  • Sadari apa yang ingin kita maafkan dan melepaskannya.
  • Bayangkan saat hidup setelah melakukan proses pemaafan, tanpa dendam, kesedihan dan kebencian. 
  • Buatlah kebaikan dengan seseorang yang telah melukai kita, katakan padanya tentang pemaafan diri kita.
  • Mintalah bantuan kepada Tuhan agar menolong kita untuk mengatasi ketakutan atau penolakan pada setiap proses pemaafan
  • Tekun berupaya. Memaafkan memunculkan penyembuhan yang memiliki urutan dan waktunya. Siaplah atas hal apapun yang tak diinginkan. 
  • Jangan bosan untuk terus mengulangi prosesnya.

Cara-cara Memaafkan

Hal yang paling penting dalam memaafkan adalah melepaskan emosi negatif:

1. Pilihlah untuk selalu menjadi Subjek hidup, bukan Korban

Pertama, mulailah untuk mengubah cara pandang. Pada saat peristiwa terjadi, kita adalah subjek dan karenanya kita memiliki pilihan bebas untuk menentukan tindakan yang akan membuat pikiran, perasaan, dan tindakan kita nyaman.

2. Belajarlah untuk Bersikap Asertif

Belajarlah mengungkapkan perasaan kita kepada si pelaku.

Adapun metode yang dilakukan dalam Forgiveness Therapy ini, silakan cek di Metode dalam Forgiveness Therapy.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter