Zona Growth Hexagon City

zona growth hexagon city

Alhamdulillah, pekan ini sudah memasuki Zona Growth atau biasa disebut dengan (Zona G) di Hexagon City. Rabu, 13 Januari 2021 pada pukul 20.00 WIB Founding Mother yaitu Ibu Septi Peni Wulandani, menjelaskan materi terkait Zona G ini. 

Apa itu Zona G?

Zona Growth (Zona G) disebutkan sebagai zona cara kita bertumbuh menjadi komunitas yang berdampak. Jadi, di zona ini nantinya (para Hexagonia) akan bersama-sama untuk memandu, membawa, menyatakan diri bahwa kita adalah sebuah komunitas bertumbuh, menjadi kota yang bertumbuh dengan citizen (warga negaranya) yang bertumbuh.

Ada dua istilah pada materi yang disampaikan Founding Mother kali ini, yaitu Growth Mindset dan Fixed Mindset. Growth Mindset didefinisikan sebagai pola pikir yang berkembang, dimana pemiliknya percaya bahwa kesuksesan bisa didapatkan melalui latihan dan kerja keras. 

Sedangkan Fixed Mindset didefinisikan sebagai pola pikir yang percaya bahwa kecerdasan atau bakat yang dimiliki sifatnya akan tetap dan tidak akan berubah. 

Growth Mindset ini dipopulerkan oleh Carol S. Dweck dalam bukunya yang berjudul “Mindset: The New Psychology of Success.”

Dilansir dari fs.blog, disebutkan bahwa Carol Dweck telah mempelajari motivasi manusia. Dia menghabiskan hari-harinya dengan mengadakan penelitian tentang mengapa orang bisa berhasil (atau tidak) dan apa yang mendorong kesuksesan seseorang. Teorinya tentang dua pola pikir dan perbedaan menunjukkan hasil yang sangat kuat. Menurutnya, pemilik pola pikir Growth Mindset ini tidak akan mau diam dan ingin selalu belajar banyak hal. 

Dijelaskan pula bahwa dalam buku tersebut membawa kita pada perjalanan  bagaimana pikiran sadar dan tidak sadar kita mempengaruhi kita dan bagaimana sesuatu yang sederhana seperti kata-kata dapat berdampak kuat pada kemampuan kita untuk meningkat.

Dapat disimpulkan, bahwa Growth Mindset adalah salah satu kunci seseorang untuk mendapatkan suatu kesuksesan. Individu yang memiliki Growth Mindset adalah mereka yang akan selalu percaya bahwa bakat yang dimilikinya selalu dapat dikembangkan.

Pengembangan bakat tersebut dapat dilakukan dengan berbagai cara misalnya dengan kerja keras, menggunakan strategi yang tepat saat bekerja, hingga mendengarkan masukan dari orang lain.

Salah satu ciri khas dari pemilik Growth Mindset adalah mereka tidak akan takut gagal. Bahkan, kegagalan sering disebut sebagai hambatan menuju kesuksesan yang harus ditaklukan. “Gagal tujuh kali, bangkit/sukses delapan kali” begitu kata Ibu Septi Peni Wulandani.

Hal itu tentunya sangat berbeda dengan pemilik Fixed Mindset yang percaya bahwa kecerdasan atau bakat yang dimiliki sifatnya akan tetap dan tidak akan berubah. Sehingga takut mengambil resiko dan takut gagal.

Selain itu, menurut Wikipedia, Carol Dweck menyatakan bahwa individu dapat ditempatkan pada sebuah struktur/rangkaian menurut pandangan implisit mereka tentang "dari mana kemampuan berasal".

Dweck menyatakan bahwa ada dua kategori (Growth Mindset versus Fixed Mindset) yang dapat mengelompokkan individu berdasarkan perilaku mereka, khususnya reaksi mereka terhadap kegagalan. 

Orang dengan "Fixed Mindset" percaya bahwa kemampuan sebagian besar merupakan bawaan dan menafsirkan kegagalan sebagai kurangnya kemampuan dasar yang diperlukan, sementara mereka yang memiliki "Growth Mindset" percaya bahwa mereka dapat memperoleh kemampuan yang diberikan asalkan mereka berusaha dan belajar.

Secara khusus, pola pikir seseorang memengaruhi cara mereka menghadapi dan mengatasi tantangan, seperti transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama atau kehilangan pekerjaan. Menurut Dweck, individu dengan Growth Mindset (pola pikir berkembang) lebih cenderung untuk terus bekerja keras meskipun mengalami kegagalan.

Dweck berpendapat, bahwa Growth Mindset akan memungkinkan seseorang menjalani hidup yang tidak terlalu stres dan lebih sukses".

Dalam sebuah wawancara tahun 2012, Dweck mendefinisikan Growth Mindset dan  Fixed Mindset:
Dalam Fixed Mindset, para siswa percaya bahwa kemampuan dasar mereka, kecerdasan mereka, bakat mereka, hanyalah sifat-sifat tetap. Mereka memiliki jumlah tertentu dan hanya itu, dan kemudian tujuan mereka menjadi terlihat pintar sepanjang waktu dan tidak pernah terlihat bodoh. 

Dalam Growth Mindset, siswa memahami bahwa bakat dan kemampuan mereka dapat dikembangkan melalui upaya, pengajaran yang baik dan ketekunan. Mereka tidak selalu berpikir bahwa setiap orang sama atau siapa pun bisa menjadi Einstein, tetapi mereka percaya setiap orang bisa menjadi lebih pintar jika mereka berhasil.
 
Contoh orang dengan Growth Mindset adalah seorang karyawan ketika menghadapi tugas yang sangat menantang, menganggap proyek itu sebagai peluang yang berkembang, bukan sebagai peluang yang akan mengalahkan mereka. Terlepas dari kurangnya kesuksesan yang mereka miliki, individu ini akan menghargai kesempatan untuk belajar dari kesulitan seperti itu dan mendapatkan pengetahuan, daripada merasa dikalahkan tentang ketidaklengkapan atau kekurangan kesuksesan.

Perbedaan Growth Mindset vs Fixed Mindset

Growth Mindset vs Fixed Mindset
sumber: https://fs.blog/2015/03/carol-dweck-mindset/


Growth Mindset selalu mendorong dirinya untuk selalu berani dan mencoba hal baru (selalu senang dengan hal-hal baru). Sedangkan Fixed Mindset selalu merasa cukup puas dengan kondisi/bakat yang dimilikinya. Jadi, mereka tidak tertarik untuk mempelajari hal baru (tidak mau mencoba hal baru).

Growth Mindset selalu memberikan usaha pada setiap hal yang dilakukannya. Fokus pada proses dan usaha, memikirkan bahwa usaha saya harus lebih keras lagi, lebih banyak lagi. Sedangkan Fixed Mindset selalu bangga dan puas dengan bakat alami yang dimilikinya sejak lahir, hal itu membuat mereka tidak tahu caranya berusaha dan bekerja keras. Sehingga, mereka yang memiliki pola pikir ini tidak akan berubah dan tidak mau belajar hal baru.

Growth Mindset berani mengambil resiko, keluar dari zona nyaman, tidak takut gagal, saat gagal mengetahui bagaimana caranya bangkit. Yakin dengan kemampuan dirinya. Jika ada kesulitan matanya selalu berbinar karena merasa mendapatkan tantangan baru, sehingga senang menghadapi hal-hal yang menantang. Sedangkan Fixed Mindset takut mengambil resiko, tidak mau keluar dari zona nyaman, takut gagal dan memilih untuk diam.

Setelah mengetahui tentang perbedaan dua hal di atas, tentunya kita bisa mengidentifikasi pada diri sendiri, selama ini kita termasuk seseorang yang memiliki pola pikir yang mana? Growth Mindset atau Fixed Mindset? Hal tersebut juga bisa sekaligus kita ketahui dengan melengkapi worksheet (Personal Growth) berikut ini. 

personal growth

Di dalam Worksheet Personal Growth tersebut ada tiga poin penting yang harus dituliskan, yaitu:
1. Growth Mindset yang kita lakukan, baik untuk diri sendiri (My Growth), Co Housing, Cluster, Hexagon City dan Ibu Profesional. Selama di Hexagon City ini, kita akan melatih Growth Mindset seperti apa?

2. Bagaimana cara mendorong diri sendiri (My Growth), Co Housing, Cluster, Hexagon City dan Ibu Profesional.

3. Selebrasi keberhasilan, baik untuk diri sendiri (My Growth), Co Housing, Cluster, Hexagon City dan Ibu Profesional. 

Pada hari ini, Selasa 19 Januari 2021 kami mulai menyusun Katalog Project Passion Co Housing yang akan disetorkan ke Cluster Leader setelah sebelumnya kami sudah sempat berdiskusi melalui Zoom pada Hari Senin lalu. 

Alhamdulillah, dengan kerjasama team kamipun berhasil menyelesaikan Katalog Project Passion tepat waktu. Katalog Project Passion Co Housing kami, bisa diakses pada tautan berikut ini: Katalog Project Passion Hexa Palette
Scale up are not just growth our organization, scale up are growth our impact” Bill Dryton.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter