Odop oh Odop

odop oh odop
Mesaieed, 26 Oktober 2020

Hari ini sungguh sangat mendebarkan bagiku. Tak biasanya aku merasakan ini selama beberapa tahun belakangan. Hal ini mengingatkanku kembali pada masa-masa kuliah, biasanya ketika mau ujian dan menunggu hasil ujian (nilai) dari dosen.

Singkat cerita, 
Pagi tadi tepat pukul 05.25 waktu Qatar, salah satu penanggung jawab Blog Squat Odop menghubungiku melalui WhatsApp. 

“Gawat nih. Kejadian bener kan?” gumamku dalam hati. 

Mbak PJ hanya menulis salam, namun aku sendiri sudah bisa menebak apa yang akan dia sampaikan kepadaku. 

Karena pada saat pengumpulan tugas pekan lalu, tanggal 22 Oktober, aku salah input. Yang seharusnya input “bayar utang”, eh salah meng-klik “posting hari ini”. Dan itu pun aku sadari ketika mengecek pada file response presensi yang sudah dishare oleh PJ setempat.

Sebenarnya saat itu mau langsung konfirmasi, tapi sengaja aku tunda karena berlanjut mengerjakan hal lainnya. Tanpa kusadari hingga seminggu aku belum konfirmasi.

Nah, setelah salam darinya aku balas, kemudian Mbak PJ mengkonfirmasi jika aku masih punya tanggungan 2 buah tulisan. 

“Hah! Dua?” sempat kaget juga, padahal seharusnya satu. 

Kemudian kami saling merecheck pada file response presensi. Karena aku masih ingat, langsung aku search tugas pada tanggal 22 Oktober, dan di sana ditemukan 2 tulisan yang terinput di hari yang sama. 

Benar, aku telah lupa konfirmasi. Setelah itu, aku jelaskan pada Mbak PJ dan akhirnya masalah clear bahwa postingan kedua setelah tugas adalah diperuntukkan “bayar utang” pada hari sebelumnya. Jadi, hari ini tinggal satu tulisan yang harus kusetor untuk bayar utang pada Hari Minggu kemarin. 

Kenapa kok utang tulisan?

Jujur saja nggak ada niat buat berutang, karena sebenarnya tulisan kemarin (Hari Minggu) belum selesai dikarenakan masih pada tahap pengumpulan data. Data belum lengkap otomatis tulisan juga belum kelar pada pukul 19.30, akhirnya dengan sangat terpaksa aku nggak selesaikan pada saat itu. Injury time!

“Ya sudah, besok dikerjakan lagi, karena ini jelas nggak mungkin selesai” pikirku saat itu.

Ternyata oh ternyata, baru kusadari bahwa pada akhir pekan itu waktunya PJ merekap tulisan dan seharusnya pada waktu ini tak mempunyai utang. Karena akan ada pengumuman terkait rekapan poin yang mana ini adalah hal yang sangat penting buat odopers sebagai syarat untuk bisa lanjut pada pekan-pekan mendatang atau terpaksa harus dieliminasi. 

Nah, ini adalah hal yang sangat vital bagiku jika masih ingin lanjut sebagai odopers. Sebagai pengingat pula, 

lolos eliminasi

“Jangan sampai utang tulisan pada saat akhir pekan atau kalau memungkinkan jangan pernah punya utang lagi sampai program berakhir pada November nanti dan harus atur strategi lagi!” bisikku dalam hati untuk menyemangati.

Kemudian pada chat message, Mbak PJ memberikan waktu untukku menyelesaikan tulisan sebelum pukul 15.00 WIB atau 11.00 waktu Qatar. 

“Ok, Kak. Insyaallah aku selesaikan utang tulisan hari ini.” jawabku padanya.

Karena bahan tulisan kemarin aku yakin nggak bisa selesai pada beberapa jam ke depan, karena jujur banget masih banyak data-data yang aku butuhkan. Akhirnya, aku cari beberapa tulisan yang dulu masih tersimpan di draft. 

Dengan sedikit deg-degan dan mata berkaca-kaca aku cari file tersebut, akhirnya ketemu juga. Tinggal nambahin sedikit lagi. Tambah dan edit pada beberapa paragraf kemudian posting dan setor di form yang tersedia. 

Kemudian lapor dan menunggu konfirmasi PJ setempat, Alhamdulilah akhirnya masih diberi kesempatan untuk lanjut pekan mendatang.

Evaluasi

Setelah kejadian ini terjadi, akhirnya aku melakukan evaluasi. Kenapa tulisan kemarin nggak selesai? Jawabannya adalah ada beberapa hal yang mengganggu, diantaranya:

evaluasi
  • Diskusi di grup sebelah hingga satu jam lebih.
  • Terlalu lama Scroll sosial media, meskipun akhirnya aku mendapatkan informasi penting, ini menjadikanku larut dan menghabiskan banyak waktu yang seharusnya segera menyelesaikan pekerjaan domestik jadi tertunda.
  • Outline tulisan belum dilengkapi.
  • Mulai menulis 3 jam menjelang deadline (mepet waktu).

Strategi yang harus dilakukan

Supaya nggak terulang pada masalah yang sama, aku harus menentukan strategi agar tujuan tercapai, yaitu lulus pada November nanti. 

Sayang sekali tinggal 3 minggu harus gugur, apalagi sudah hampir dua bulan ini waktu dan pikiran sudah aku sisihkan untuk kegiatan ini. Karena melatih konsistensi dalam sebuah keterampilan itu minimal 60 hari. Setelah konsistensi terbentuk, maka akan menjadi sebuah habit (kebiasaan).

atur ulang strategi

Mengingat ingat alasan terbesar saat ingin bergabung di komunitas ini apa? Yang tak lain adalah melatih konsistensi dalam menulis. Pun terkait dengan kesempatan.

Karena aku yakin, kesempatan tidak datang dua kali, kalaupun ada mungkinkah aku bisa mengikutinya? Inilah strategi yang perlu aku atur ulang:

  • Manajemen Waktu diperbaiki.
  • Jangan menulis di akhir waktu (mendekati deadline).
  • Menulis di pagi hari setelah kelar mengurus anak-anak, minimal mencicil beberapa paragraf. Sore hari bisa dilanjutkan kembali.
  • Singkirkan hal-hal yang mengganggu dulu, seperti misalnya Handphone. 
  • Buat rencana tulisan esok hari. Sehingga tinggal mengeksekusi di hari berikutnya.

Yang spesial dari Odop

Flashback,
Dulu yang mengenalku dengan komunitas ini adalah salah satu teman Ipers, yang belum lama ini aku mengenalnya dan bertemu di tahap akhir perkuliahan Bunda Cekatan, Ibu Profesional. 

Awalnya aku menyangka komunitas ini adalah komunitas menulis bersama, nggak ada aturan maupun materi. Eh ternyata, tak seperti yang aku bayangkan. Ini komunitas keren abis, terstruktur pula.

Grupnya nggak pernah sepi, setiap hari ada saja informasi, baik terkait tentang tulis menulis maupun informasi lainnya. Di setiap pekan, ada materi bahkan pernah dua materi disampaikan dalam sepekan. 

Namun sayangnya, aku selalu absen jika ada diskusi materi karena perbedaan waktu. Biasanya materi disampaikan pada pukul 19.30 WIB atau 15.30 WQ. 

Ini merupakan waktu yang genting bagiku, biasanya saat ini aku sedang menulis atau melanjutkan tulisan yang belum selesai di pagi hari, atau terkadang bayar utang tulisan juga. Membuat 2 tulisan dalam sehari itu, subhanallah rasanya...

Jujur, aku sengaja bertahan di komunitas ini karena ada hal-hal yang sangat spesial dan belum aku dapatkan sebelumnya, terkait bidang kepenulisan. 

Mulai dari menulis untuk Healing, mengasah Insting Penulis, materi dasar Fiksi non-fiksi, Personal Branding, membuat judul tulisan, teknik menulis Artikel, Swasunting dan masih banyak lagi materi yang menarik lainnya. 

Dan semua itu free alias gratis, tak dipungut biaya sepeserpun. Masyaallah, tabarakallah… 

Ini rezeki, maka manfaatkan sebaik-baiknya kesempatan yang belum tentu datang dua kali ini.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter