Mau Konsisten Menulis? Coba deh gabung dengan Komunitas ODOP

mau konsisten menulis, coba deh gabung dengan komunitas odop

Apa itu ODOP dan darimana aku mengenal komunitas ini?


One Day One Post atau lebih dikenal dengan sebutan ODOP, merupakan sebuah gerakan menulis setiap hari dan mempostingnya di Blog. Ide ini digagas oleh Bang Syaiha dan mulai berjalan sejak 1 Januari 2016. (Sumber: Fan Page ODOP)

Namun seiring berjalannya waktu, gerakan menulis ini tidak hanya menggunakan platform Blog sebagai media, melainkan bisa juga menggunakan platform Instagram maupun Facebook. Program ODOP ini, berlangsung selama kurang lebih satu bulan.

apa itu odop?

One Day One Post berwadahkan Grup Facebook dan Grup Whatsapp. Akan ada materi khusus yang dihadirkan setiap pekan. Setiap peserta menyetor enam tulisan bebas dan satu tulisan wajib (dengan tema yang sudah ditentukan).

Aku sendiri juga belum lama kenal dengan komunitas ini. Awal mula kenal dengan komunitas ini adalah dari teman seperjuangan di kelas Buncek, Ibu Profesional. Yass, lagi-lagi Mbak Marita Ningtyas yang mengenalkanku pada komunitas ini. Sekali lagi, terima kasih untukmu ya mbak Mar. 

Kenapa harus bergabung dengan komunitas ODOP?

Suatu hari aku menerima pesan dari seorang teman yang sudah kusebutkan di atas, pesan yang kudapat ini melalui Facebook Messenger. “Jika mau konsisten nulis, coba deh ikut ini” kurang lebih isi pesannya seperti itu.

Aku yang terbilang jarang buka FB semenjak Kelas Buncek berakhir, tiba-tiba saja tergerak untuk membuka Messenger yang memang sengaja aku mute notifikasinya. 

keuntungan bergabung di komunitas odop

Ah ternyata ada informasi yang selama ini aku cari-cari, beruntungnya aku belum terlambat. Tanpa pikir panjang, aku segera menuju ke akun Instagram komunitas tersebut. Waduh, ternyata ada beberapa persyaratan yang harus aku lengkapi/penuhi jika ingin mendaftarkan diri. 

Seharian merenung, “bisa nggak ya, ikut nggak ya?” begitu terus yang ada di pikiranku saat itu, hingga terbawa ke mana-mana, saat melakukan pekerjaan domestik dan lainnya. Dan suatu saat hingga pada waktunya aku harus mengambil keputusan dan waktu yang tersisa saat itu tinggal 2-3 hari lagi. Semua persyaratan sudah terpenuhi dan aku segera mendaftarkan diri “bismillah, semoga diterima” bisikku waktu itu.

Pada tanggal 1 September 2020 sebuah pengumuman kubaca di akun Instagram, alhamdulillah diterima sebagai bagian dari komunitas ini. Bahagia juga deg-degan rasanya kala itu, bahagia karena sudah berkumpul di komunitas yang sesuai minat, deg-degan dengan tantangan-tantangan yang akan diberikan.

Di hari pertama masuk WhatsApp Grup, wow rame sekali hingga ada ratusan chat yang belum kubaca semuanya. Kewalahan pastinya, sempat pula berpikir untuk menyerah namun aku mencoba menguatkan diri dan mengembalikan lagi niat awal aku yaitu untuk melatih konsistensi dalam menulis. “Ini adalah kesempatan, kamu mau menundanya sampai kapan lagi?” bisikku waktu itu.

Dan aku putuskan untuk lanjut, “Yuk semangat!!” sambil kucoba menyemangati diri lagi. Pelan-pelan aku selesaikan chat yang menumpuk, hingga aku semangatku kembali ketika membaca obrolan dari teman-teman di WAG.

Tepat tanggal 7 September 2020 tugas pertama mulai dikumpulkan, adapun beberapa ketentuan yang harus dipatuhi oleh semua peserta. Dan keesokan hari ada informasi yang tak kalah membuatku semakin berbinar, yaitu materi tentang “Self Healing Dengan Menulis”.

Memang sih, jauh sebelumnya aku sudah pernah mendapatkan Kulwhap tentang materi ini, namun tak dipungkiri ini pun salah satu hal yang turut memompa semangatku untuk bisa berkarya setiap hari. Karena Self Healing dengan terapi menulis ini memang terbukti sangat mujarab buatku pribadi dan tak kalah pentingnya saat menulis kita menyalurkan 20 ribu kata.

Nah, hampir seminggu aku bergabung dengan komunitas ini. Lalu apa sih keuntungan yang sudah kudapatkan selama menjadi peserta?

Keuntungan bila kita bisa bergabung di komunitas ini, diantaranya:
1. Memiliki banyak teman yang menggeluti di bidang yang sama (menulis), sehingga dapat memacu semangat kita untuk semakin produktif lagi dalam menulis, karena tidak sendirian
2. Mendapatkan bermacam-macam tips juga ilmu tentang dunia Blogging dari para Blogger senior
3. Mendapatkan materi Kepenulisan secara cuma-cuma alias GRATIS dan langsung praktik (Learning By Doing)
4. Jaringan sosial luas, karena lebih dari 100 member yang tergabung di WhatsApp Grup
5. Yang paling ‘greget’ semuanya GRATIS, tanpa biaya apapun

Strategi lulus ODOP ala April 

Pernah dengar nggak pepatah “Bisa karena terbiasa”? kalimat ini merupakan salah satu motivasi diri bahwa dengan terbiasa melakukan/mengerjakan sesuatu maka kita akan mampu/bisa dalam bidang tersebut. Begitu halnya dengan menulis, supaya kita mahir di bidang ini, maka kita harus melatih setiap hari. Dengan mencoba untuk menjaga agar tetap konsiten dan peka dengan lingkungan sekitar, maka akan kita banyak sekali ide-ide yang bisa kita dapatkan.

strategi lulus odop

Nah, supaya nggak mati gaya dan terus mendapatkan ide menulis setiap hari, maka diperlukan beberapa strategi. Lantas strategi yang bagaimana dan seperti apa yang harus aku persiapkan?

1. Bank Ide

Bank Ide merupakan langkah awal menulis. Saat membangun bank ide, sebenarnya kita menuangkan gagasan atau rancangan yang tersusun dalam pikiran. 

Lalu, bagaimana cara kita mendapatkannya? Ya pastinya dengan memperbanyak membaca, melihat dan mendengar. Karena dengan melihat, membaca dan mendengar, maka akan memunculkan ide-ide tertentu untuk  bisa kita jadikan bahan sebuah tulisan. 

Sebenarnya banyak sekali hal-hal di sekitar kita bisa dijadikan bahan sebuah tulisan, bergantung kepekaan kita terhadap apa yang kita tangkap setiap hari. Jadi, nggak ada alasan dong kita kehabisan ide untuk menulis.

2. Content Plan

Setelah bank ide terkumpul, langkah selanjutnya adalah menyusun Content Plan. Apa itu Content Plan? Content Plan adalah rencana sebuah konten yang mau kita buat. Konten apa saja yang rencananya mau kita angkat/tulis di blog, misalnya kalau aku sendiri; Lifestyle, Kesehatan, Parenting, Psikologi atau seputar Makanan. 

Terus, cara menyusun Content Plan? bisa di Excel/Word, Canva, Google Reminder, Notepad dan lain sebagainya.

3. Manajemen Waktu

Nah yang ketiga ini juga tak kalah penting, Mengelola Waktu secara tepat dan bijak agar semua rencana kita bisa berjalan dengan lancar dan sesuai harapan. Dahulukan prioritas dengan membuat to-do list (daftar yang harus dikerjakan) per hari supaya tidak kewalahan.

4. Manajemen Diri

Menjaga kesehatan dengan mengatur pola makan, olahraga teratur dan tidur yang cukup. Agar badan tetap fit hingga program ODOP berakhir.

5. Komitmen dan Konsisten

Komitmen terhadap diri sendiri agar bisa lulus dengan cara menjaga konsistensi menulis itu sendiri.

6. Perbanyak Doa

Senjata pamungkas, jika aku mengalami “Writer’s Block” yaitu saat dimana kondisiku stuck/buntu dalam menuangkan ide ke dalam sebuah tulisan. Berdoa agar diberi kemudahan dan kelancaran oleh Allah saat hingga serangkaian kegiatan ODOP berakhir.

Harapan terhadap komunitas ODOP

Seseorang bergabung dalam suatu komunitas tertentu pastinya ada harapan yang ingin dicapai. Aku sendiri memutuskan untuk bergabung di komunitas ini mempunyai harapan sebagai berikut; 
1. Dapat mengembangkan dan memperdalam minat di bidang Literasi, khususnya menulis
2. Menjadikan komunitas ODOP Sebagai wadah bersosialisasi 
3. Menambah ilmu dan wawasan di bidang kepenulisan
4. Menambah relasi/jaringan
5. Wadah menemukan inspirasi
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

3 komentar

  1. Sangat informatif, lengkap sekali pembahasannya.

    BalasHapus
  2. manut semangat Qatar ya mbak .... bagus banget ... mungkin itu slah satu tujuanku mengikuti kegiatan ini ... agar kita bisa menuangkannya ...

    BalasHapus
  3. bagus banget semangatnya kak moga kita lulus ya

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih bagi yang sudah berkunjung dan meninggalkan komentar.

Salam Hangat, April Hatni

Subscribe Our Newsletter