Mentorship Blogging

mentorship blogging

Tema pertama pada challenge kali ini adalah Mengapa memilih Mentorship Blogging? Sebelumnya  pada pembahaan yang lebih lanjut mengenai alasan saya memilih Mentorship Blogging, saya mau menuliskan pengertian tentang blog itu sendiri. 

Apa itu blog? 

Dilansir dari dailysocial.id, istilah blog sudah sangat familiar di kalangan pengguna internet terutama yang aktif berselancar mencari berbagai informasi di dunia maya. Saya pribadi mendefiniskan blog sebagai wadah untuk menyebarkan berbagai informasi berupa postingan yang meliputi opini, analisis dan jenis data digital lainnya ke dunia maya secara luas dan berkesinambungan. Cakupan kontennya tidak terbatas, bisa berupa teks, gambar, video maupun format grafis yang rumit sekalipun.


pengertian blog
Blog adalah bisa dikatakan sebagai bentuk lain dari website atau situs namun dengan wujud yang lebih kecil, lebih minimalis, murah bahkan gratis. Hal itu dipengaruhi oleh individu-individu yang menggunakannya, cakupan konten dan tujuan pembuatannya. Di awal-awal popularitasnya, blog memang lebih banyak digunakan oleh perorangan atau sekelompok kecil orang dengan minat yang sama. Itu sebabnya, sebagian besar tulisan-tulisan yang dihasilkan mengulas topik tertentu yang menjadi minat penggunanya. Bahkan tak sedikit yang hanya mengulas relung-relung yang sangat sempit, misalnya blog tentang kegemaran fotografi, hiking, beladiri tertentu dan lain-lain.

Lantas, apa definisi dari Blogging itu sendiri? Pengertian Blogging adalah sebuah jurnal online yang isinya memiliki banyak beragam informasi dan didalamnya para penulis bisa memberikan postingan yang sangat terbaru di atas halaman. Blog ini dikelola biasanya oleh beberapa kelompok kecil user maupun secara pribadi. Walaupun blog tersebut dikelola oleh banyak orang, biasanya mereka memiliki satu pikiran dan opini yang akan dituliskan atau dituangkan di dalam blog tersebut. 


pengertian blogging

Apa alasannya memilih Program Blogging di Mentorship Bunda Cekatan, Ibu Profesional? 

Saya membuat blog di tahun 2017, tepat awal saya mengikuti kelas Matrikulasi, Ibu Profesional. Namun belum konsisten mengisi konten dalam blog tersebut, karena masih banyak yang harus saya pelajari, sedangkan waktu belum mencukupinya untuk mengeksplor semua, pun saya belum punya Laptop pribadi (khusus untuk menyimpan data pribadi saya saja). Sebenarnya di rumah ada lebih dari 3, jika mau, saya bisa menggunakannya. Namun saya urung, lah itu berisi data suami semua dan saya tipikal orang yang nggak bisa sharing barang, meskipun dengan suami. Duh, malu sebenarnya membuat pengakuan ini, namun apa boleh buat, memang seperti itu nyatanya. Akhirnya di kelas Matrikulasi saya mengirimkan setiap Nice Homework via Google Document, yang mana saya bisa akses melalui Handphone saya dan tak perlu membuat settingan ketika kita menulis di Blog. 

alasan memilih program mentorship blogging

Kemudian di awal September 2018 (kalau nggak salah), ada pendaftaran mahasiswa baru kelas Bunda Sayang. Bismillah dengan niat dan tekad untuk belajar, saya mendaftarkan diri. Hal ini pun saya sampaikan juga kepada suami, maksudnya saatnya lah saya memiliki Laptop pribadi, tanpa ada data lainnya selain punya saya. Alhamdulillah suami mengabulkan permintaan istrinya ini dan sejak saat itulah saya mulai meng utak-atik blog, banyak belajar tentang setting blog lewat artikel-artikel di internet meskipun kurang maksimal, ya nggak apa-apa saya terima, itu versi terbaik saya pada saat itu (tetiba teringat ucapan Bu Septi, haha...) 

Awalnya pakai default template yang telah sudah disediakan oleh Blogger, lama-lama bosen juga, karena menurut saya tampilannya kurang eye catching. Hari demi hari browsing template gratisan dan mencobanya satu per satu untuk dijadikan template blog, dan akhirnya nemu yang cocok juga. Yah, nama templatenya Scrappy, kalau nggak salah. Meskipun bila diakses di Handphone nggak responsif, tapi saya coba pertahankan kurang lebih satu tahunan, karena sudah lelah sering gonta-ganti template namun nggak cocok semua dan jujur masih kaku setting dashboard blog, takut salah malah jadi ancur-ancuran, haha. 

Di kelas Bunda Sayang ini ada tugas mengumpulkan jurnal harian, namanya Tantangan 30 Hari. Nah, mulailah blog terisi tugas-tugas dari kelas Bunda Sayang tersebut. Setiap hari alhamdulillah saya bisa konsisten menulis di blog, meskipun tugas kelas tapi tak mengapa karena kembali ke tujuan awal adalah ingin berbagi sesuatu melalui tulisan, syukur jika memberikan manfaat dan berguna bagi para pembaca serta pengunjung blog. Toh gak ada salahnya kan mempunyai harapan seperti itu? Dan alhamdulillah tiap waktu trafficnya selalu mengalami kenaikan, ya jelas lah… paling yang mengakses Mahasiswa IP juga kan? Yes, that’s right, yang paling banyak diakses adalah jurnal kelas. 

Ilmu itu bagaikan hasil panen di dalam karung, menulis adalah ikatannya -Imam Syafi’i-

Setelah merasa enjoy, karena saya merasakan melatih diri ini untuk terus menulis, akhirnya timbul rasa bahagia. Saya merasakan bahagia setiap kali bisa berhasil memposting tulisan di blog. Semacam ada rasa lega, entah itu apa yang jelas nggak bisa digambarkan. Pun ketika menulis challenge ini, saya merasa bahagia sekali, mudah-mudahan rasa ini tetap bertahan hingga akhir hayat, aamin. Nah, ini pun terasa juga saat masuk tahap ulat-ulat di Bunda Cekatan, yang mana tujuan saya menuntaskan satu ilmu yaitu Manajemen Emosi. Di dalam kelas Manajemen Emosi, pernah ada bahasan tentang “Menulis adalah salah satu Self-Healing”. Sebenarnya, sebelumnya sih sudah pernah mendapatkan berbagai Kulwhap mengenai ini, namun entah kenapa cuma numpang lewat, tidak saya sadari. 

Dari situlah, bisa saya tarik kesimpulan kemudian melakukan ‘self talk’ bahwa ternyata saya bahagianya di sini, berkegiatan menulis untuk menyalurkan 20 ribu kata (mungkin) karena pada fitrahnya wanita itu mengeluarkan minimal 20 ribu kata per hari. Jika sudah tersalurkan semua, meskipun rumah dalam kondisi berantakan rasanya tetap damai, keinginan untuk uring-uringan pada anak-anak sudah tidak ada lagi, semua emosi berasa aman-terkendali. Apa seperti itu? Yah, saya merasakan itu. Dulu ketika belum bisa menyalurkan kata-kata ke dalam sebuah tulisan, bawaannya emak-emak selalu pingin uring-uringan ketika rumah kotor, berantakan karena anak-anak. Dan sekarang saya sudah merasa banyak perubahan pada diri saya. 

Pun saya mungkin tipikal orang yang nggak aktif juga di beberapa grup, maupun media sosial oleh karenanya dengan menulis ini mungkin menjadi salah satu mengeluarkan 20 ribu kata tersebut. Saya sempat nggak bergairah update di blog, karena melihat tampilan blog masih kacau, kurang menarik dan yang paling parah tidak responsif bila diakses melalui Handphone. Ini membuat saya sangat sedih sekali. Dengan alasan tersebut akhirnya saya memutuskan untuk memilih Program “Mentorship Blogging” di kelas Bunda Cekatan ini. Selain alasan di atas, tujuan yang menguatkan saya untuk masuk program tersebut adalah agar bisa lebih konsisten menulis, karena tergabung dengan teman-teman yang satu misi, bertemu dengan teman-teman yang memberikan inspirasi dan motivasi.
Orang boleh Setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis ia akan hilang dalam masyarakat dan sejarah. Menulis adalah bekerja dalam keabadian -Pramoedya Ananta Toer-
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter