Aktifitas Bahagiaku

Bismillahirrahmanirrahim 
Alhamdulillah sudah masuk kelas perdana Bunda Cekatan di Institut Ibu Profesional. 
Di kelas ini, kami belajar sebebas-bebasnya dalam menyusun Jurnal yang akan dikumpulkan per minggunya.

Kok sebebas-bebasnya? Yah, konsep yang sangat unik dan menarik sehingga membuat mata ini semakin dan semakin berbinar-binar. Yaitu Belajar Merdeka, Merdeka Belajar. Begitulah kurang lebihnya konsep yang diusung Bu Septi Peni Wulandani di Kelas Bunda Cekatan ini.

Di dalam kelas ini ada beberapa tahap/alur (4 tahapan) yang harus dilewati oleh mahasiswa, yaitu Kelas telur-telur, Kelas ulat-ulat, Kelas Kepompong dan Kelas Kupu-kupu. Dan proses belajarnya total sekitar 6 bulanan.

Nah, sekarang saya berada/mulai di tahap yang pertama, yaitu Kelas telur-telur.  Di tahap ini para mahasiswa akan belajar mengenal tentang siapa dirinya (who i am?) dan mengidentifikasi kekuatan dirinya. Sehingga, mereka paham akan cekatan di bidang apa saja.

Hal ini akan membuat para mahasiswa bisa menentukan kebutuhan belajarnya apa saja. Mata kuliah yang perlu dikuasai apa saja. Tahu bagaimana cara mencarinya. LEARN HOW TO LEARN. 

Di dalam step ini (kelas telur-telur) ada 4 poin yang dijadikan landasan/pijakan dalam penyusunan jurnal, yaitu: 1. LACAK KEKUATANMU! Temukan kekuatanmu, karena kamu spesial. 2. TEMUKAN TERAMPILMU! Amati terus, keterampilan apa yang diperlukan untuk menguatkan kekuatanmu. 3. CARI CARA BELAJARMU! Setelah tahu, carilah cara belajarmu. Mulai dari cara ternyaman sampai cara mendapatkan sumber belajar. 4. BUAT PETA BELAJARMU! Susunlah telur-telur yang sudah kamu dapatkan tersebut ke dalam sebuah Peta Belajar (bebas berimajinasi dalam Peta Belajar yang dibuat)
====================================================================
Yeay, sekarang lanjut ke penyusunan JurnalCheck it out!
Dalam jurnal ini saya akan menuliskan kekuatan apa saja yang saya punya sebagai seorang Wanita, Ibu dan Istri.
Ternyata ada beberapa hal/aktivitas yang saya suka dan bisa = Bahagia. 

Apa saja yang menjadi kekuatan saya?

aktivitas bahagiaku
Namun dalam jurnal ini hanya mencantumkan 5 aktivitas saja, apa sajakah? Setelah melakukan berbagai macam "uji coba" aktivitas maka saya peroleh diantaranya;


Lima hal/kegiatan yang membuat saya bahagia dan bagaimana perkembangannya?

Home Keeping (beberes rumah) 
Saya merupakan tipikal orang yang suka dan mencintai kebersihan, kerapian dan keteraturan. Dimanapun saya tinggal, maka saya berusaha untuk menata (merapikan) sedemikian rupa tempat tinggal saya dan menjaga kebersihannya.

Kebiasaan ini memang saya lakukan kira-kira sejak masa SMP hingga sekarang, karena sering merasakan nyaman, tenang, tentram dan bahagia jika melihat kondisi rumah bersih dan rapi. Terlebih lagi saya juga tipikal orang yang betah tinggal di rumah dibanding jalan-jalan keluar. 

Dengan kondisi rumah yang bersih dan rapi saya pun bisa melakukan aktivitas lainnya dengan bahagia, misalnya memasak walaupun tergolong aktivitas tidak saya sukai namun jika rumah sudah bersih dan tertata rapi pikiran bisa rileks dan fokus dalam memasak. Belajar dan mengajar
Belajar, ternyata saya suka belajar. Ya, belajar apapun asal bukan baking or cooking. Apalagi sejak tergabung di IIP tahun lalu, semakin saya sadari bahwa saya sangat bahagia mengikuti kelasnya dan juga materinya. 

Sejak anak-anak masuk usia sekolah memang diri ini merasa hampa, tidak ada kegiatan yang berarti dan terjebak dengan rutinitas yang itu-itu saja. Sempat berpikir untuk kuliah lagi, namun terkendala “Bagaimana nanti dengan anak-anak? Siapa yang merawatnya? Apakah suami juga meridhoi kalau kami harus LDM?”.
Itu terus yang selalu berkecamuk di pikiran saat itu.

Tak sengaja buka akun Facebook dan membaca salah satu postingan dari teman tentang kuliah online (IIP) langsung saja saya tanya padanya dan ditambah browsing sendiri, akhirnya saya putuskan untuk mengikuti kelas tersebut hingga sekarang sudah masuk tahap Bunda Cekatan, alhamdulillah.

Selain IIP, saya pun mengikuti kelas online lainnya bidang Agama (HSI dan Tamyiz). Adapun kelas offline untuk menambah jam terbang saya mengenai Ilmu Agama ini, pelaksanaannya tiap seminggu sekali. Dan saya sangat senang mengikuti seminar Psikologi dan Parenting. 

Mengajar, profesi ini saya gemari sejak kecil bahkan menjadi cita-cita saya waktu itu. Alhamdulillah, tahun 2001 diterima di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di Malang-Jawa Timur, yaitu Universitas Negeri Malang. Sambil mengerjakan Skripsi, saya bekerja menjadi Asisten Dosen di kampus tersebut untuk mata kuliah Bahasa Indonesia bagi penutur Asing (CIS-BIPA). Di kelas ini saya mengajar satu orang dari Australia dan empat orang dari Jepang. 

Kemudian setelah lulus dan sudah tidak mengajar lagi di CIS-BIPA, saya menambah jam terbang untuk mengajar di Yayasan Pupuk Kaltim-Bontang selama 1 tahun. Namun setelah menikah, suami hanya ingin saya yang merawat dan mendidik anak-anak kelak. Sehingga kegiatan tersebut tidak berlanjut dan akhirnya memang hanya mendidik anak-anak.

Administrator
Saya mengetahui potensi ini saat lulus dari Matrikulasi IIP dan diamanahi untuk mengurus/terlibat dalam kepengurusan di komunitas tempat saya tinggal sekarang. Akhir tahun lalu, tepatnya 2018 merupakan awal dari kegiatan ini. Setelah jalan beberapa bulan, saya merasakan suatu kebahagiaan dan kepuasan tersendiri karena merasa bermanfaat untuk komunitas tersebut. 

Dan di awal tahun 2019, saya pun menambah jam terbang saya untuk mengiyakan/mengambil amanah lagi ‘mengurusi’ komunitas yang lain. Wow!! Ternyata semakin terasa bahwa passion saya ada di sini. 

Terbukti saya selalu gembira dan bahagia bila ‘meracik’ event-event yang diadakan komunitas tersebut, seperti membuat undangan maupun flyer, menyusun acara/kegiatan dan lain-lain. Designer (Seni Desain)
Nah, untuk yang ini juga masih berkaitan dengan aktivitas sebelumnya (Administator). Setelah tahu, kemudian belajar dan bisa menggunakan platform tertentu untuk membuat desain yang menarik saya selalu ketagihan untuk melakukannya lagi dan lagi. 

Dan ini langsung saya aplikasikan setelah saya diamanahi untuk menjadi pengurus dalam komunitas di sini dengan menyusun Agenda Tahunan dengan desain yang menarik (menurut saya), flyer undangan dan yang lainnya. Photography 
Hoho… untuk yang satu ini sebenarnya bukan saya yang ahli di bidang Fotografi, melainkan saya suka berpose di depan Kamera, haha... 
Suami seorang pecinta Fotografi, terbukti puluhan ribu foto yang dihasilkan beliau dan kegiatan tersebut digemarinya sejak munculnya Digital Kamera (era 2000 an). 

Nah, daripada hanya memfoto benda/objek mati saja maka tidak ada salahnya juga melirik objek hidup seperti istrinya ini yang kebetulan sejak dulu suka difoto (berpose di depan Kamera) haha…
Biasanya sewaktu anak-anak sekolah, kami hunting tempat-tempat kece dengan mencari spot-spot yang bagus untuk mengadakan pemotretan di situ, sambil couple time. Yeay, Alhamdulillah...

Demikian penjabaran kekuatan/aktivitas yang membuat saya bahagia. Memang sih cuma satu aktivitas saja menghasilkan ‘EARN’ yang sifatnya material, namun bukankah kepuasan itu juga merupakan EARN (batiniah)?

#janganlupabahagia
#jurnalminggu1
#materi1
#kelastelur
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional 
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter