Jangan Boros!

Bismillahirrahmanirrahim Ide cerita untuk hari ini adalah Jangan suka Boros, terinspirasi dari sikap Adek sendiri yang suka beli mainan, walaupun di rumah mainannya sudah berlebih.
So, cekidot! Berikut ceritanya:
Ada seorang anak yang bernama Beno. Dia adalah siswa Primary School Y2, Mesaieed International School. Beno adalah anak yang boros, setiap minggu ia selalu minta mainan kepada Papanya. Nggak peduli Papanya sedang capek atau sibuk. Keinginannya selalu ingin dituruti, jika tidak maka ia marah dan terkadang nangis.   Suatu ketika, Beno main ke rumah sahabatnya yang bernama Tono. Di rumah Tono, Beno melihat mobil-mobilan yang tergeletak di lantai, bekas dipakai Tono.
"Ton, ini mobil baru ya? Kok aku baru lihat." tanya Beno.
"Iya" jawab Tono.
"Wah, kerennn...aku belum punya model yang kayak gini. Ini beli di mana sih Ton?"
"Waktu itu, aku dibelikan Ayahku di Indonesia" jawab Tono. Beno seketika langsung pulang menemui Papanya minta dibelikan mobil-mobilan seperti kepunyaan Tono.
"Pa, aku belikan mobil-mobilan kayak punyanya Tono!" 
"Mobil apa Beno? Trus belinya di mana?" Tanya Papanya Beno.
"Belinya di Indonesia. Ayo Pa, kita berangkat!" Rengeknya sambil menarik lengan Papanya.
"Lah, Indonesia kan nggak dekat Beno. Jauh..." Jawab Papa Beno. Mamanya Beno yang mendengar dari ruang TV, sontak saja kaget ketika mendengar anaknya minta pulang ke Indonesia hanya untuk beli mobil-mobilan. Saat itu, Mama Beno sedang menonton berita tentang perang di Suriah. 
"Beno, sini deh!" panggil Mama. 
Awalnya Beno tak menghiraukan panggilan Mamanya, kemudian Mamanya menghampirinya dan mengajak Beno untuk turut menonton berita yang di TV saat itu. "Coba perhatikan, Beno! Kasihan ya, anak-anak itu nggak punya tempat tinggal, nggak bisa sekolah, nggak punya makanan, apalagi mainan" 
Beno hanya sesekali menyimak, tidak fokus melihat berita yang ada di TV.  "Tuh kan, semua hancur, luluh lantah rata dengan tanah. Lihat! itu masih ada kepingan bangunan sisa-sisa pengeboman"
"Subhanallah...anak-anak itu makan rumput. Lihat itu Beno!" Seru Mama agar Beno memperhatikan berita.
Dan kali ini Beno betul-betul memperhatikan berita di TV. Terdengar jelas suara tembakan, bom, tangisan dan jeritan anak-anak kecil. Beno terlihat ketakutan, sampai sesekali matanya ditutup dengan kedua tangannya. Setelah berita usai, Mama Beno bertanya;
"Beno masih ingin dibelikan mobil-mobilan? Mainan Beno sudah cukup banyak. Dan tadi lihat kan di TV, banyak anak-anak yang kurang beruntung."
"Enggak Ma" jawabnya sambil terlihat gurat kesedihan.
"Beno sedih nggak dibelikan mainan?" Tanya Mama lagi.
"Nggak Ma, Beno sedih karena melihat anak-anak yang ada di TV tadi."
"Alhamdulillah, anak Mama yang shaleh. Kita nggak boleh boros ya, karena maasihh banyak anak-anak di bawah kita yang kurang beruntung. Bersyukurlah kita sekarang masih diberi Allah tempat tinggal yang layak, makanan yang berlimpah dan jauh dari rasa ketakutan" nasehat Mama kepada Beno.
"Iya Ma, Beno nggak minta mainan lagi. Ini sudah lebih dari cukup" kata Beno sambil memeluk container mainan.
"Alhamdulillah, Beno anak Mama yang sholeh" puji Mama sambil memeluk Beno.
Mulai sekarang Beno tidak lagi meminta mainan kepada orang tuanya. Setiap kali ada keinginan beli mainan, selalu teringat anak-anak di Suriah dan nasehat Mamanya.
======================================================================== Alhamdulillah, Adek menyimak cerita hingga akhir. Dan mudah-mudahan dengan cerita di atas, sikap Adek lebih bijaksana. Dan sempat saya putarkan video di Youtube, mengenai anak-anak Suriah di Channel ini.
#GrabYourImagination
#KuliahBunSayIIP
#Level10
#MembangunKarakterAnakMelaluiDongeng
#Tantangan10hari
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter