Bedah Buku: Semangat Khatam Al Qur'an sejak Balita

Bedah Buku: Semangat Khatam Al Qur'an sejak Balita

RESUME BEDAH BUKU SEMANGAT KHATAM AL QUR’AN SEJAK BALITA

Narasumber: Dr. Sarmini, LC.MA

Pengantar dari Narasumber

Menumbuhkan sikap mencintai Al Quran pada anak-anak bisa dimulai anak masih balita (usia 3 bulan). Mengapa anak-anak perlu menghafal Al Quran? Karena itu adalah perintah dari Allah. Iqro yang berarti bacalah. Hal ini tertuang dalam surah Al Alaq yaitu surat yang pertama kali diwahyukan kepada Rosulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Bacalah! bacalah!

Kenapa Al Quran? Karena Al Quran adalah kitab yang istimewa, tidak akan mengalami perubahan hingga akhir zaman. Berbeda dengan kitab-kitab lainnya, seperti Taurat dan Injil yang banyak mengalami perubahan dan penyimpangan.

Sesi Inti

Hakekat cinta itu sendiri, apa sih cinta itu? ilustrasinya seperti ini: misalnya kebiasaan orang Indonesia yang gak bisa jika tidak makan nasi atau makan selalu menggunakan sambal, tanpa lauk pun akan terasa enak jika dengan sambal (efek ketergantungan), pasangan suami istri (misalnya sang suami ada tugas dinas ke luar kota, biasanya jauh sebelum hari keberangkatan si istri sudah galau, menanyakan kepastiannya kah, setelah keberangkatan suami biasanya istri mengecek tiap waktu mengenai keberadaan suami).

Jadi kesimpulannya bahwa cinta itu adalah menumbuhkan bonding (ikatan), ketergantungan dan sikap yang selalu merasa butuh setiap waktu.

Begitupun jika kita menginstall Al Quran dalam jiwa anak-anak kita, lama-kelamaan akan membuat anak-anak merasa butuh dengan Al Quran itu sendiri, tidak bisa melewatkannya walau cuma satu hari saja. Ibaratnya kita selalu menuangkan air dalam Ember, maka lama-kelamaan akan meluap juga (isinya). Seperti itulah jika Al Quran akan kita tumbuhkan pada jiwa anak-anak.

Pernah ada uji coba Semangka (ada dua Semangka) yang satu diperdengarkan musik, dan satunya diperdengarkan Al Quran. Dalam waktu empat hari hasilnya Semangka yang diperdengarkan musik tadi sudah berubah bentuk (tidak merah lagi) warnanya berubah ada bercak-bercak putih kehitam-hitaman hampir membusuk, sementara Semangka yang telah diperdengarkan Al Quran tadi masih berwarna merah dan terlihat segar.

Penelitian ilmiah pengaruh bacaan al Quran pada syaraf, otak dan organ tubuh lainnya.
Maha benar Allah yang telah berfirman, “Dan apabila dibacakan Al Quran, simaklah dengan baik dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu mendapat rahmat” (Q.S Al Araf: 204).

“Tak ada lagi bacaan yang dapat meningkatkan terhadap daya ingat dan memberikan ketenangan kepada seseorang kecuali membaca Al Quran…”.

Efek menakjubkan yang dihasilkan dari mendengarkan  bacaan Al Quran secara terus-menerus di antaranya;
  • Meningkatkan kekebalan tubuh
  • Meningkatkan  kreativitas
  • Meningkatkan kemampuan konsentrasi
  • Menyembuhkan penyakit kronis dan tak tersembuhkan
  • Mengubah perilaku dan memungkinkan orang untuk berkomunikasi dengan lebih baik dan mendapatkan kepercayaan
  • Menciptakan kedamaian dan menyembuhkan ketegangan saraf
  • Menyembuhkan kegelisahan, dan iritasi
  • Mengurangi rasa takut dan ragu-ragu
  • Meningkatkan dan memperkuat kepribadian
  • Mengurangi depresi, dan sebagainya.
Begitupun pada bayi, bayi akan lebih tenang dan jarang tantrum.
Ada tiga hal yang harus kita ajarkan kepada anak-anak kita, seperti tertuang pada hadist Rasulullah SAW berikut:


Bedah Buku: Semangat Khatam Al Qur'an sejak Balita


Ada empat metode yang terdapat pada buku ini, kesemuanya merupakan apa yang selama ini saya terapkan pada keempat anak saya. Karena keempat anak saya mempunyai kepribadian yang berbeda-beda. Dan dalam mengajarkan Al Quran ada tantangannya yang berbeda-beda pada masing-masing anak.

Namun saya yakin bahwa kemudahan akan datangnya dari Allah, jika saat anak saya ‘stuck/hang’ saat menghafal Al Quran ini maka saya selalu minta dan minta kepada Allah. Saya pasrahkan semua kepada Allah. Akhirnya alhamdulillah dalam rentang waktu tertentu anak saya sudah khatam 3 kali dan ini di luar perkiraan saya. Masyaallah, itu semua karena Allah, bukan karena saya ustadzah.


Seperti yang tertuang dalam Q.S Al Ankabut: 69


وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(walladziina jaahaduu fiinaa lanahdiyannahum subulanaa wa-inna laaha lama'a lmuhsiniin)


Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik yakni orang-orang mukmin dengan memberikan pertolongan dan bantuan-Nya kepada mereka.

Mengajarkan anak baca Al Quran sejak balita, sejak anak masih bicaranya terbata-bata, maka pahalanya akan mengalir kepada orang tuanya juga.
Konsep Belajar, apa sih belajar itu?
Belajar bisa dengan melihat, mendengarkan maupun menirukan.

Menjadikan Al Quran sebagai kurikulum pertama dan utama pendidikan anak.
Tingkatan interaksi dengan Al Quran sebagai berikut;
  1. Membaca  
  2. Menghafalkan  
  3. Mentadabburi maknanya  
  4. Mengamalkan  
  5. Mengajarkan dan mendakwahkan
Belajar itu bisa kapanpun dan dalam kondisi apapun, tidak melulu harus berpakaian dan duduk yang rapi. Belajar dengan cara ‘tidak sengaja’ misalnya sambil menyuapi, mengenakan pakaian pada anak-anak dan saat mereka sedang bermain-main justru akan lebih cepat daripada belajar ‘disengaja’. Misalnya, “Ayo Nak kita murojaah!” ini akan menjadikan anak terpaksa/tertekan akhirnya mereka menolak dan kita juga stress karena anak ‘mutung/ ga mau’.

Cara kami (metode yang kami terapkan pada Markaz Utrujah) salah satunya, masing-masing guru mengenakan Name Tag yang besar bertuliskan ‘Ba’ misalnya. Kemudian dengan Postering, yaitu dengan menempelkan huruf-huruf tertentu atau bacaan tertentu yang sering dilewati oleh anak-anak.

Cara seperti ini bisa kita terapkan di rumah, dengan menempelkan huruf hijaiyah atau bacaan tertentu pada Kulkas, pintu atau yang lainnya (sering dilewati anak-anak). Jadi metodenya sangat simple sekali anak senang dan kita sebagai orang tua tidak stress. Yang terpenting tujuan kita tercapai. Kunci pokok dalam belajar ini adalah fun, happy, bahagia, seneng, antusias, nyaman dan berkelanjutan (meski satu hari satu halaman, misalnya). Saya yakin anak-anak akan minta sendiri, ketagihan membaca/menghafal Al Quran ini.

Sesi Tanya Jawab

Mega:
  1. Bolehkah menggunakan media YouTube (ada kartunnya) untuk membantu anak-anak dalam menghafal Al Quran ini?
  2. Anak saya usia 10 tahun dan sekarang kelas 6, kebetulan di sini sekolah Internasional (pelajaran Agama tidak ada). Tadinya sudah hafal beberapa surah, namun karena kondisi (mau murojaah waktunya terpakai dengan aktifitas lainnya dan setelah pulang terkadang sudah capek). Solusinya seperti apa?
Jawab:
  1. Boleh, jika memang tujuannya supaya anak lebih cepat menghafal. Dan kartun yang digunakan bukan seperti Sponge Bob (karena kan salah satu tokoh kartun yang menintepretasikan sosok Gay).
  2. Di refresh lagi, mulai lagi pelan-pelan murojaah dari awal dan untuk waktunya mungkin sebelum Subuh.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

1 komentar

  1. Assalamualaikum wr wb.
    ustadzah kl pesen buku semangat khatam al qur'an kemana pesennya?

    BalasHapus

Posting Komentar

Terima kasih bagi yang sudah berkunjung dan meninggalkan komentar.

Salam Hangat, April Hatni

Subscribe Our Newsletter