Melatih Kemandirian Hari ke-7

Bismillahirohmanirrohim… Alhamdulillah, seluruh rangkaian aktivitas One Week One Skill sudah berhasil dilewati dengan penuh suka dan duka, hehe...
Di hari terakhir One Week One Skill minggu pertama ini saya ingin mengevaluasi keseluruhan rangkaian aktivitas anak-anak dengan menuliskan poin-poin penting yang harus diingat saat kita melatih kemandirian pada anak-anak dalam mencapai skill kemandiriannya (di paragraf terakhir).
Record perkembangan hari ini: Prista (10 tahun)
Mencuci dan menjemur baju sekolah.
Hari ini masih sedikit dengan memberikan stimulasi padanya atas tugas yang telah disepakati. Alhamdulillah semuanya lancar, sesuai harapan di awal.
Dan untuk Prista saya rasa mulai besok sudah siap untuk berpindah ke skill selanjutnya, yaitu Ironing (menyetrika).

Aqmar (6 tahun)
Mandi sendiri tanpa menunggu perintah lagi.
Hari ini adek bangun awal, alhamdulillah langsung bergegas masuk kamar mandi tanpa menunggu perintah. Saya memberikan kebebasan untuk melakukan serangkaian aktivitas mandi pagi ini tanpa pendampingan. Kalaupun lama, tidak mengapa karena waktunya saya rasa cukup jika dia melakukannya sendiri. Beberapa menit telah berlalu dan saya pikir adek sudah selesai, kemudian saya cek ke kamar mandi ternyata benar adek sudah hampir selesai.  
Secara keseluruhan adek sudah banyak perkembangannya, mulai dari kemauan melakukan aktivitas tanpa perintah, tata cara mandi dengan benar dan perlahan tanpa pendampingan.
Dan mulai besok bisa melanjutkan ke skill berikutnya, yaitu berlatih cebok sendiri saat selesai BAK dan BAB.

Catatan hari ini
Memberikan stimulasi afeksi (rangsangan dengan kasih sayang) kepada anak-anak manfaat utamanya adalah mengembangkan rasa percaya diri, memupuk kemandirian, mengetahui dan menjalani aturan, memahami orang lain dan mau berbagi. Cara memberikan stimulasi, diantaranya:
  1. Memberikan kepercayaan dan membiarkan anak melakukan sendiri apa yang bisa ia lakukan.
  2. Membuat kesepakatan tentang berbagai hal yang baik/boleh dan tidak, serta konsekuensinya. Tentunya dengan bahasa yang bisa dipahami anak.
  3. Memberikan penghargaan untuk hal-hal yang dapat dilakukannya dengan baik atau lebih baik dari sebelumnya. Dan juga ketika anak-anak dapat mengikuti aturan main yang kita terapkan.
  4. Memberikan konsekuensi jika anak tidak disiplin dalam aktivitasnya, dengan catatan perlu mempertimbangkan usia anak.
  5. Point penting yang harus diingat, tidak perlu memaksakan jika anak-anak moody dalam melakukan aktivitasnya. Perlunya komunikasi dan perhatian untuk berbagai reaksi anak. Misalnya, saat dia sedih ataupun marah maka perlunya respon dengan kebutuhannya kala itu.

#HariKe7
#Tantangan10Hari
#Level2
#KuliahBunsayIIP
#MelatihKemandirian
#Bunsay4Internasional
#InstitutIbuProfesional
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter