Aku Bisa Mandiri (Aliran Rasa Level 2)

Secara alamiah, anak  memang cenderung berusaha belajar melakukan berbagai keterampilan hidup sehari-hari secara mandiri, semisal makan. Jika kita mengizinkan anak melakukan berbagai aktivitas hidup sehari-hari tersebut secara mandiri, lambat laun akan terampil. Yang kita perlukan hanyalah kesediaan mendampingi sehingga anak tidak melakukan terlalu banyak kesalahan, meskipun kita tetap harus menyadari bahwa untuk mencapai keterampilan perlu latihan yang banyak dengan berbagai kesalahannya.


Kemandirian itu akan lebih meningkat kualitasnya jika orangtua secara sengaja memberi rangsangan kepada anak berupa tantangan untuk mengerjakan yang lebih rumit dan sulit. Ini bukan saja melatih kemandirian dalam urusan keterampilan hidup sehari-hari, melainkan juga menumbuhkan kemandirian secara emosional. Melatih Kemandirian untuk kedua anak dengan karakter dan  skill  yang berbeda karena menyesuaikan dengan usia mereka, merupakan tantangan tersendiri bagi saya. Melatih skill kemandirian untuk Si Sulung (Prista, 10 tahun) yang memang pada dasarnya anaknya rajin maka terasa gampang  di awal. Tetapi saat masuk hari ke-3, mood nya jadi berubah mungkin bosen dengan kegiatan yang sama, akan tetapi di lain hari mood bagusnya balik lagi, dan pada saat ini kesempatan kita sebagai orangtua (pendamping/pelatih) memberikan reward bukan berupa uang maupun barang tertentu, melainkan cukup dengan pujian, belaian yang bisa menjadikan booster semangatnya.
 
Kemudian melatih skill untuk Si Bungsu, (Aqmar 6 tahun) juga penuh dengan ‘drama’ ini memang karakter anaknya moody karena mungkin laki-laki, maka pelan-pelan saja mengikuti alurnya, telaten dan yang penting sabar. Kalau dipaksa, pasti ‘bubar jalan’ sudah jauh-jauh hari. Alhamdulillah dengan kesabaran, ketelatenan, dan konsisten yang berkelanjutan akhirnya hampir 20 hari lebih banyak sekali progress  yang mereka tunjukkan.
Kakak,  sudah mulai terbentuk jiwa yang bertanggung jawab terhadap tugas pribadinya, beberapa hari ini saya sudah hampir tidak perlu mengingatkan akan tugasnya, dia sudah bergerak sendiri dan hampir 98 persen bisa menguasainya.
Adek, sudah hampir menguasai target untuk skill  di week 1, namun skill di week 2 hingga sekarang belum tuntas, masih dibilang setengah.

Anak adalah anugerah terindah dari Allah taala, menjaganya adalah amanah dan mempersiapkan dirinya untuk menghadapi tantangan zaman ke depannya adalah tanggung jawab kita, orang tuanya. Semoga saya mampu untuk melewatinya hingga mengantarkan mereka menuju kedewasaan. Aamin...

April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter