Mudik dan berwisata alam ke Pantai Anyer

wisata ke pantai Anyer
  
Liburan sekolah tahun lalu sembari mudik, kami (saya dan suami) berencana untuk mengajak anak-anak liburan ke suatu tempat, karena mengingat anak-anak sudah agak besar. Untuk saat ini kami masih ingin menjelajah Nusantara, sambil mengenalkan kebudayaan pada anak-anak. Mudah-mudahan terwujud, aamin. Karena ini merupakan kali pertama kami mengajak anak-anak rekreasi, maka suami memilih tempat wisata yang sekiranya friendly buat anak-anak dan tempatnya terjangkau. Tadinya sih saya berkeinginan untuk mengunjungi Kraton Yogjakarta dan Borobudur, tapi suami bilang mungkin nanti saja jika anak-anak sudah SMP dengan pertimbangan anak-anak sudah lebih paham daripada sekarang, karena sambil mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia, yaitu tanah airnya sendiri. Nah akhirnya dengan pertimbangan tersebut, maka kami putuskan untuk memilih Pantai Anyer sebagai tujuan wisata pertama kami karena kebetulan anak-anak suka main air. Untuk informasi saja, saya ini tipikal emak-emak yang gak suka rempong, makanya setelah anak-anak di usia 9 tahun dan 5 tahun baru klik diajak rekreasi suami. Kebayang kan gimana rempongnya berwisata jika anak-anak masih terlalu kecil, bawaannya pasti segambreng, mulai dari pakaian untuk dua anak, diapers, susu formula, belum lagi kosmetik dan perlengkapan make up mamak, walah...alamat mamak bisa stress dan gak bisa menikmati liburan duong, haha... Sebenarnya sih jalan-jalan atau travelling merupakan salah satu hobby saya, cuma gak suka dengan kegiatan packingnya itu dan kalau pun suami berniat membantu pasti kutolak deh, doi kalau packing suka “yang penting, asal masuk” gak bisa rapi gitu; mana celana dalam, mana baju untuk di rumah dan untuk keluar rumah biasanya dijadikan satu, gimana gak bikin pusing istrinya, haha...makanya jika kemana-mana ya sayalah bagian packing. Kenapa Pantai Anyer? Yah waktu itu suami memberikan gambaran sekaligus informasi kepada saya mengenai Pantai Anyer tersebut. Doi memang sudah berpengalaman mengenai Pantai Anyer ini, karena dulu sewaktu masih bujang sempat kerja di wilayah Cilegon selama dua tahun.
Menurutnya, Pantai Anyer terkenal oleh keindahan pantai dan pasir putihnya. Deburan ombaknya dan hembusan angin yang sepoi-sepoi membuat suasana sejuk, adem, menyenangkan dan melekat di hati. Demikian deskripsi dari si doi yang terlalu hiperbola kalau menurutku, hehe...
Doi juga bilang selain Pantai Anyer juga ada Pantai Carita yang terkenal di Banten. Hemm, jadi semakin membuat penasaran saya nih ceritanya, dan gak sabar nunggu harinya. “Kalau dibanding Parangtritis, gimana Pa?” tanyaku waktu itu. “Yah, gak ada apa-apanya lah. Parangtritis kan bukan pasir putih” jawabnya “Oh, gitu yah? Jadi ini Pantai ini daya tariknya pada pasirnya yang putih?” saya coba pastikan. “Iya. Makanya dijulukin juga sebagai Pantai Pasir Putih” timpalnya. “Oh, kalau Pantai Carita?” tanyaku lagi. “Pantai Carita ini tidak begitu jauh dari Pantai Anyer. Kalau Pantai Anyer terletak di Kecamatan Anyer, Kabupaten Serang. Sedangkan, Pantai Carita berlokasi di Kecamatan Carita, Kabupaten Pandeglang” jelasnya waktu itu Saya yang sedari tadi hanya bisa manggut-manggut saat si doi bercerita, karena memang belum pernah ke Pantai Anyer ini.
Sebenarnya sih, bila mau googling aja bisa, cuma ya gitu untuk memanfaatkan Quality Time dengan si doi biar lebih mesrah, haha... Oke, lanjut bhuahaha...!!!
Liburan panjang sekolah tahun lalu memang bertepatan dengan hari Raya Idul Fitri, tepat seminggu setelah lebaran kami sekeluarga bertolak ke tanah air buat nengok orang tua, neneknya anak-anak dan sekalian silaturahim dengan keluarga terdekat. Pesawat dari Doha take off pukul 18.30, jarak tempuh Doha-Jakarta 8-9 jam. Alhamdulillah, sesampai di Jakarta pukul 07.30 masih terlalu pagi jika langsung booking hotel. Seperti biasanya kami memang sengaja tidak meneruskan perjalanan ke Yogjakarta, kuatir anak-anak kecapekan di jalan. Oleh karena itu, kami putuskan untuk menginap di Hotel Ibis Slipi dengan pertimbangan harganya cukup terjangkau, lumayan dekat dengan Bandara Soekarno-Hatta, fasilitas lumayan lengkap, yang terpenting ada kolam renangnya sih, karena anak-anak memang suka berenang hehe... dan sudah beberapa kali menginap di situ lumayan puas dengan semuanya dan pastinya sih cocok kalau cuma untuk nginap saat transit. Kami hanya semalam menginap, karena esoknya harus melanjutkan perjalanan ke Yogjakarta. Track pertama, kota tujuan Sleman-Yogjakarta adalah kota kelahiran suami, rumahnya ibu mertua. Jakarta-Yogjakarta dengan waktu tempuh 1 jam dengan menggunakan pesawat. Yeay, alhamdulillah sampai di Sleman jam 5 sore, neneknya anak-anak terlihat senang sekali bertemu cucu-cucunya yang hanya setahun sekali. Di Sleman, waktu kami sekitar 10 hari kemudian dilanjutkan perjalanan ke Nganjuk, Jawa Timur(kota asal saya/tempat kelahiran saya) untuk mengunjungi ibu saya. Di Nganjuk, waktu kami hanya sekitar 7-8 hari. Sewaktu di rumah nenek, anak-anak suka sekali bermain ke sawah, bendungan dan sungai. Kebetulan rumah kedua neneknya ada di kampung, jadi wilayahnya masih asri, lengkap dengan panorama desa. Yah, waktu berlibur di rumah nenek sudah habis saatnya kembali ke Qatar, total 20 hari dan sisanya untuk mengunjungi tempat wisata sesuai yang kami rencanakan sebelumnya, mengenalkan kepada anak-anak tentang satu tempat elok yang ada di tanah air. Saat kembali ke Jakarta, kami menginap (lagi) semalam di Hotel Ibis Slipi sebelum esoknya berangkat ke Serang. Waktu itu rencana hampir gagal, pasalnya kami kesulitan mendapatkan kendaraan untuk membawa kami ke Anyer. Mulai browsing agen travel, rental mobil yang bersedia mengantarkan kami ke Anyer dan menghubungi salah satu di antaranya, tapi gak ada hasil. Sambil menunggu proses check out dari hotel, kemudian saya iseng order Grab dengan tujuan Pantai Anyer, ah alhamdulillah ada sopir yang mau nerima orderan dari kami. Namanya pak Riyadi, dengan mobil Xenia warna Hitam. Padahal tadinya sempat pesimis juga nih, kalau gak dapat mobil ya terpaksa ambil tempat wisata terdekat, seperti; Ancol atau Taman Mini. Jarak tempuh lokasi Pantai Anyer kurang lebih sekitar 160 dari Ibis Slipi Jakarta dan membutuhkan waktu perjalanan sekitar 2 sampai 2,5 jam dengan mobil.
Agar lebih cepat, Pak Riyadi memilih rute perjalanan ke Anyer lewat Cilegon. Begitu keluar dari pintu tol Cilegon Barat, kemudian kami menemui jalan bercabang dua, ke arah Merak dan atau ke Anyer. Dan kami memilih jalan ke arah Anyer, kami melewati jalan lurus hingga sampai di Hotel Marbella.
Kami memilih Hotel Marbella, karena viewnya bagus dan termasuk hotel tertua yang berada di wilayah tersebut (kata suami, red). Sesampai di Hotel Marbella baru sampai gerbang, kami dicegat oleh Satpam dan memberikan informasi bahwa semua kamar statusnya full booked. Kami memang belum pesan sebelumnya, dengan pertimbangan langsung bisa booking di tempat karena menurut kami libur Idul Fitri telah usai pasti nggak akan rame pengunjung. Karena belum dapat penginapan, maka kami melanjutkan perjalanan untuk mencari tempat penginapan yang lainnya. Hampir kira-kira setengah jam, dan akhirnya ketemulah dengan Hotel Acacia. Suami turun dari mobil, untuk menanyakan ketersediaan kamar ke Recepsionist hotel, ah alhamdulillah masih ada kamar kosong, waktu itu harganya lumayanlah kalau untuk seukuran hotel kecil. Kami ambil semalam saja, karena sesuai rencana awal mau menginap di Marbella. Sapa tau esok dapat rezeki ada kamar kosong untuk beberapa hari, pikir kami waktu itu. Hotel Acacia ini memiliki kolam renang yang bagus dan bersih, waktu itu agak sepi sih (gue banget niy yang suka) jadi berasa kolam renang pribadi haha…,lokasi strategis, ada fasilitas untuk bermain Billiard, Tenis Meja, lapangan bola volly di belakang hotel, ayunan, kamar bersih, AC dingin dan perlengkapan kamar mandi lengkap, Breaksfast lumayan lah, kamar tidur bersih dan lumayan luas buat kami berempat.






area sekitar Acacia

Malam harinya, sewaktu menginap di Acacia suami mencoba booking hotel Marbella untuk melanjutkan eksplorasi Anyer untuk beberapa hari ke depan, alhamdulillah dapat. Keesokkan harinya, kami pindah ke hotel Marbella.
Baru masuk kamar, anak-anak tak sabar untuk melihat keindahan Pantai Anyer tepatnya di belakang hotel.
belakang Marbella

Memang view nya lebih indah di belakang Marbella daripada Acacia tadi. Betapa riangnya anak-anak ketika bermain dengan ombak.
Terlihat pemandangan Gunung Krakatau menambah daya tarik di Pantai Anyer ini. Panorama pantainya indah dan memiliki ciri khas hamparan pasir putih dengan udara pantai yang sejuk yang membuatku semakin terhanyut saat menemani anak-anak bermain ombak.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter