aprilhatni.com
aprilhatni.com

Hangatnya Silaturahim Peserta Tadarus QN Doha

silaturahim peserta tadarus

“Eh, Mbak April, ya?” sapanya sambil tersenyum hangat.
Aku menoleh dan langsung membalas senyum itu.

“Ini pasti Mbak Ami, benar nggak?”

“Iya!”

Belum sempat berbincang panjang, kami langsung berpelukan dan cipika-cipiki layaknya sahabat lama yang sudah lama tak bertemu.

“Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga.”

“Ah, benar banget. Dar, der, dor, ternyata akhirnya berlalu juga, ya,” jawabku sambil tertawa.

Mbak Ami ikut tertawa. Rasanya lucu sekaligus menyenangkan. Selama ini kami hanya saling mengenal melalui layar ponsel, grup WhatsApp, dan pertemuan virtual. Kini akhirnya bisa bertemu langsung.

“Silakan, Mbak. Ruangannya di sana,” ujarnya sambil menunjuk ke arah Al Bustan Ballroom, Wyndham Doha.

“Terima kasih, ya.”

Aku pun melangkah menuju ruangan acara. Namun ternyata kejutan belum berhenti sampai di situ.

Belum jauh berjalan, seseorang kembali menyapaku.

peserta tadarus ramadan

“Ini, nih, yang selama ini cuma ketemu online. Akhirnya…”

Aku langsung mengenali wajahnya.

“Ah, Kak Dilla, kan?”

“Iya!”

Kami pun kembali berpelukan dan cipika-cipiki.

Rasanya seperti menghadiri reuni, padahal sebagian besar dari kami bahkan belum pernah bertemu sebelumnya. Hanya sering berinteraksi di grup, saling menyimak saat tadarus, dan sesekali berbagi cerita dalam obrolan daring.

Begitu memasuki ruangan, ada lagi yang menyambutku.

“Ini pasti Kak April, kan?”

“Iya. Ini Kakak siapa, ya?”

“Aku Mery.”

“Ah, Kak Mery. Alhamdulillah ya, akhirnya bisa bertemu langsung.”

“Aku boleh gabung di sini, kah?”

“Boleh dong. Kebetulan kursinya masih kosong.”

Kami pun duduk bersama sambil berbincang ringan menunggu acara dimulai.

Datang Lebih Awal, Duduk di Barisan Depan

Hari itu aku sengaja datang lebih awal. Selain menghindari terburu-buru, aku memang memiliki kebiasaan memilih tempat duduk di barisan depan.

Entah kenapa, aku selalu merasa lebih nyaman berada di depan. Lebih fokus mengikuti acara, lebih mudah memperhatikan materi, dan tentu saja lebih siap jika sewaktu-waktu diminta maju.

pertemuan peserta tadarus

Acara Penutupan Tahun Ajaran 2025-2026 sekaligus Silaturahim Peserta Tadarus Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan pada 9 Juni 2026 itu dihadiri lebih dari 60 peserta, baik secara offline maupun online.

Melihat ruangan yang perlahan mulai terisi, aku merasa bersyukur bisa menjadi bagian dari komunitas yang penuh semangat belajar dan saling mendukung ini.

Mendapat Amanah Membacakan Saritilawah

Sehari sebelum acara berlangsung, aku mendapat pesan dari Mbak Anggi.
Beliau memintaku untuk membawakan saritilawah dan mendampingi Mbak Dewi yang bertugas membaca Al-Qur'an.

Tentu saja aku langsung mengiyakan.

Bagiku, kesempatan ini merupakan sebuah kehormatan. Apalagi aku masih tergolong peserta baru dalam kelompok tadarus tersebut.

pengalaman mengikuti tadarus ramadan

Jujur saja, sempat ada rasa gugup. Namun lebih besar lagi rasa syukur karena dipercaya untuk mengambil bagian dalam acara yang istimewa itu.

Saat ke depan dan membacakan saritilawah, aku teringat perjalanan beberapa bulan terakhir. Bermula dari keinginan sederhana untuk memperbaiki bacaan Al-Qur'an, hingga akhirnya dipertemukan dengan banyak perempuan hebat yang memiliki tujuan yang sama: belajar, bertumbuh, dan mendekatkan diri kepada Allah.

Alhamdulillah, sebuah pengalaman yang akan selalu aku kenang.

Bukan Sekadar Acara Penutupan

Acara siang itu berlangsung hangat dan penuh keakraban.

Selain sambutan dari Kepala Sekolah QN Doha, Ibu Emeraldina Darmidjas, terdapat pula sesi evaluasi dan masukan dari para peserta mengenai program tadarus yang telah berjalan selama ini.

pentingnya silaturahim dalam islam

Para peserta diberi kesempatan untuk menyampaikan berbagai hal yang dapat ditingkatkan ke depannya. Mulai dari metode pembelajaran, jadwal kegiatan, hingga harapan-harapan agar program semakin bermanfaat bagi lebih banyak orang.

Suasana semakin meriah ketika memasuki sesi kuis dan games. Gelak tawa terdengar di berbagai sudut ruangan. Yang awalnya mungkin masih canggung, perlahan menjadi lebih akrab.

Ternyata memang benar, kebersamaan sering kali lahir dari hal-hal sederhana: duduk bersama, bercanda bersama, dan berbagi cerita tanpa perlu menjadi sempurna.

Bertemu Orang Baru, Recharge Energi

Di tengah acara, aku menyadari satu hal tentang diriku sendiri.

Bertemu orang-orang baru ternyata selalu terasa menyenangkan. Bahkan, kalau boleh jujur, rasanya seperti sedang mengisi ulang energi.

Mungkin terdengar aneh bagi sebagian orang. Entah kenapa, aku memang memiliki kecenderungan mudah bosan jika terlalu sering berada dalam lingkaran yang sama.

Istilahnya, "lu lagi, lu lagi." hehe...

perempuan suka berkumpul

Bukan berarti tidak menyukai teman-teman lama. Sama sekali bukan. Namun ada rasa penasaran dan kegembiraan tersendiri ketika berkenalan dengan orang baru. Selalu ada cerita baru, pengalaman baru, dan sudut pandang baru yang bisa dipelajari.

Mungkin karena itulah aku begitu menikmati acara silaturahim siang itu. Selain bertemu teman-teman yang selama ini hanya kukenal melalui grup WhatsApp dan layar Zoom, aku juga berkesempatan mengenal banyak sosok inspiratif lainnya.

Dan setiap pertemuan selalu meninggalkan satu pelajaran: bahwa setiap orang membawa cerita hidup yang berbeda, yang sering kali membuat kita lebih bersyukur dan lebih memahami kehidupan.

Mengapa Perempuan Senang Berkumpul?

Saat perjalanan pulang, aku teringat pada penjelasan dr. Aisah Dahlan mengenai cara kerja otak perempuan.

Menurut beliau, perempuan memiliki struktur otak yang disebut corpus callosum yang relatif lebih aktif dan lebih banyak menghubungkan otak kanan dan otak kiri dibandingkan laki-laki. 

Karena itulah perempuan cenderung lebih mudah mengekspresikan perasaan, berbagi cerita, mengulang pertanyaan yang sama, dan membangun hubungan sosial.

manfaat bertemu orang baru

Tidak heran jika banyak perempuan merasa lebih lega setelah berkumpul dengan teman-temannya. Bukan karena ingin bergosip atau sekadar menghabiskan waktu, tetapi karena memang ada kebutuhan emosional untuk terhubung dengan sesama.

Mungkin itulah yang aku rasakan hari itu.

Bukan sekadar menghadiri acara penutupan. Bukan hanya mengikuti silaturahim peserta tadarus. Lebih dari itu, aku sedang mengisi “energi sosial” yang Allah tanamkan dalam diri seorang perempuan.

Aku sedang bertemu dengan orang-orang yang selama ini hanya hadir melalui Zoom Meeting dan pesan WhatsApp.

Aku sedang menyambungkan kembali hubungan-hubungan baik yang lahir karena kecintaan yang sama terhadap Al-Qur'an.

teori otak perempuan dr aisah dahlan

Dan yang paling membahagiakan, aku pulang dengan hati yang lebih hangat.

Karena ternyata, ada kebahagiaan tersendiri ketika nama yang selama ini hanya muncul di layar ponsel akhirnya berubah menjadi pelukan nyata.

Alhamdulillah, semoga silaturahim ini terus terjaga dan menjadi salah satu jalan Allah mempertemukan kami kembali dalam banyak kebaikan.
OlderNewest

Post a Comment