Pola Hidup Sehat Versi April

pola hidup sehat versi april


Pentingnya Menjaga Kesehatan

Kesehatan adalah hal yang terpenting bagi siapapun tak terkecuali aku, terlebih lagi di masa Pandemi seperti sekarang ini. Karena tanpa kesehatan yang baik, maka setiap orang akan kesulitan menjalankan aktivitasnya sehari-hari.

kesehatan adalah hal yang terpenting

Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya saat memiliki anak pertama, pola makan kacau dan berat badanku semakin melambung. Aku pun mengalami keluhan pada persendianku, sehingga ketika menjalankan ibadah (saat sujud) aku sering meringis karena kesakitan.

Saat itu aku masih belum mempunyai kesadaran yang lebih untuk mengatur pola makan dan menjaga kesehatan dengan olahraga teratur. Bagaimana tidak, aku yang saat itu masih menyusui sering kali merasa lapar dan apapun yang ada di depan mata diembat, tanpa memikirkan kategori makanan sehat atau bukan. 

Mulai Menerapkan Pola Hidup Sehat

Beberapa bulan sebelum pindahan ke Qatar, aku sempat konsultasi dengan dosenku tentang keluhan yang aku rasakan. Pak dosen menyarankan untuk minum Rosella setiap hari. Dan seketika aku langsung browsing tempat di mana aku bisa mendapatkan Rosella.

Setelah berkeliling di sekitar daerah tempat tinggal orangtua, akhirnya aku mendapatkannya. Baru sekali ini aku mengetahui tentang Rosella, bentuknya seperti kuncup berwarna kemerahan itu penyajiannya dengan cara diseduh dengan air panas, lalu airnya diminum. Terkadang Rosellanya juga kumakan dicampur dengan nasi, sayur dan lauk pauk supaya rasa asamnya tidak terlalu terasa.

Nggak hanya itu saja, namun pola makan juga diatur dengan cara mengurangi nasi dan, mie instan maupun cemilan yang nggak sehat. Alhamdulilah tiga hari sudah terlihat hasilnya, berat badan turun 3 kg dan keluhan persendian mulai berkurang. Namun masih banyak yang harus dihilangkan.  

Setelah pindah ke Qatar, aku melanjutkan pola hidup sehat yang sudah aku jalani sebelumnya. Kali ini harapannya bisa turun berat badan secepatnya, haha...Karena ketika melihat diri sendiri di depan cermin, sudah mulai nggak pede, ditambah komplain dari suami nih yang bikin sebel tapi juga menambah semangat sih. Duh terasa diserang dari dua pihak sekaligus. Baiklah, aku putuskan untuk memulainya sesegera mungkin.

Diawali dengan setiap sore jogging keliling akomodasi sambil momong anak (pakai stroller) dan terkadang nge-treadmill ke Sport Club. Woaha, berat badan masih stuck, belum ada progress lagi. Padahal kebiasaan itu sudah hampir sebulan. Lantas di manakah masalahnya?

Mencoba Berbagai Macam Diet

Nggak mau menyerah begitu saja, segala macam usaha lainnya pun aku coba. Mulai Diet OCD, Mayo dan Food Combining. Namun belum ada yang cocok di tubuhku. Hingga suatu hari aku menemukan semacam formula yang dikombinasikan dengan salah satu diet tertentu, baru membuahkan hasil. Bagaimana ceritanya?

Semuanya dimulai saat aku mengenal manfaat Lemon dari suami, lupa tepatnya kapan, sepertinya ketika aku masih hamil anak ke-2 (tahun 2011). Suatu pagi aku melihat suami minum perasan Lemon yang dicampur dengan segelas air. Kesan pertama melihat, ngilu pastinya. Dan suami pun menjelaskan alasan mengapa doi mengonsumsinya, katanya baik untuk menjaga imunitas dengan kandungan vitamin C nya yang cukup tinggi dan banyak sekali manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

metode diet yang cocok

Akhirnya, aku coba browsing dan menemukan beberapa artikel terkait manfaat Lemon ini. Wow, aku pun terkejut. Ternyata banyak sekali manfaat dari Lemon ini, selain baik untuk kesehatan, kecantikan, dan berita baiknya adalah bisa mengecilkan perut, menjadi teman diet. Nah, cocok kan? “Ini nih yang aku cari selama ini” pikirku.

Esok harinya kucoba untuk mengaplikasikannya (ikut-ikut yang suami lakukan) dan mengatur pola makan hingga berat badan kini kembali saat aku masih lajang. Bahagia dong pastinya, suami pun juga ikut senang. Lantas resepnya seperti apa?
Ini nih resep rahasianya, mau ikutan kah, boleh banget...

Sarapan Pagi (06.00-07.00) adalah waktu terbaik

2 buah Lemon peras dan campur dengan air (suhu normal) dalam 1 gelas 
Buah-buahan (Apel, Pir, Kiwi) alasan memilihnya, karena nggak gampang busuk dan merupakan buah favorit

Menjelang Siang (09.00-10.00)

Ngemil Muesli yang dicampur Chia Seed dan Susu Kedelai (campur semuanya ke dalam 1 Cangkir)

Makan siang (11.00-12.00)

Makan berat (nasi, lauk dan sayur) dalam porsi yang seimbang

Sore hari jika lapar bisa ngemil buah, muesli atau yang lainnya yang penting bukan gorengan, chips dan teman-temannya, haha...

Makan Malam (Tidak Ada)

Jika lapar bisa makan sayur rebus (Brokoli), telur rebus, Roti Whole Grain dan lainnya asalkan bukan gorengan yang berkalori tinggi, apalagi mie instan. Mie Instan memang sudah lebih 9 tahun stop sih, sudah tidak konsumsi lagi.

Kuncinya suksesnya adalah: 


  • Makan tepat waktu
  • Kunyah perlahan, nikmati saat makan, jangan buru-buru
  • Terakhir ‘ngunyah’ sebelum pukul 6 sore (harus stop)
  • Jangan pernah menahan lapar, jika lapar ngemil buah, Muesli, Roti Gandum (whole grain) atau yang lainnya asalkan cemilan yang sehat ya
  • Olahraga pagi hari atau sore hari (pagi hari lebih disarankan) jogging maupun Aerobic
  • Konsisten
Alhamdulilah selama menerapkan pola seperti tersebut di atas, aku sudah mulai jarang sakit, dulu sih tiap pergantian musim selalu demam, batuk maupun flu.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter