Mengenal Fiksi Mini

mengenal fiksi mini


Beberapa hari yang lalu, aku mengikuti kelas online tentang Fiksi Mini yang diselenggarakan oleh Penerbit Elmarkazi. Ngomong-ngomong, kalian sudah tahu belum sih, tentang Fiksi Mini? Jujur kalau aku sendiri sih baru kali ini. Nah, buat kalian yang belum tahu tentang Fiksi Mini, silahkan baca postingan ini sampai selesai yah. Selamat Membaca!

Apa itu Fiksi Mini?

Fiksi Mini berasal dari kata Fiksi, yang di dalam KBBI artinya: 1.Cerita rekaan (roman, novel, dan sebagainya) 2. Rekaan; khayalan; tidak berdasarkan kenyataan. 3.Pernyataan yang hanya berdasarkan khayalan atau pikiran. Sedangkan Mini, dalam KBBI artinya (ukuran) kecil, sedikit, dan sebagainya.

Jadi, secara harfiah FIKSI MINI itu berarti cerita rekaan, atau khayalan, yang berukuran kecil, sedikit, atau pendek. Jika dibuat dalam daur hidup mungkin bisa berurut seperti ini: FIKSI MINI =) CERPEN=) NOVELET =) NOVEL.

Walaupun Fiksi Mini itu terkenal dengan istilah ‘pendek’nya, namun cakupan isi yang terdapat dalam Fiksi Mini itu sangat jelas/utuh. Fiksi Mini juga memiliki unsur pembangun sama seperti jenis prosa fiksi lainnya, ada tema, amanat, alur, tokoh, penokohan, latar, gaya bahasa, dan sudut pandang. 

Namun, karena yang kita tahu jika fiksi mini itu ‘pendek’, jadi unsur intrinsiknya hanya terpaku dengan tema, alur, dan amanat cerita saja. Pembahasan yang dibahas dalam Fiksi Mini pun beragam, yang tak lepas dari kisah kehidupan kita sehari-hari, isu sosial perjalanan tokoh, kritik, dan lain-lain.

Sejarah Fiksi Mini

Mungkin diantara kita masih awam dengan Fiksi Mini, termasuk aku sendiri. Namun sebenarnya Fiksi Mini ini sudah ada sejak 1920-an, oleh Ernest Hemingway yang hanya berisikan kata For Sale: Baby Shoes, Never Worn. Pada 620—560 SM, sebenarnya Fiksi Mini juga sudah muncul pada karya-karya Aeosop. 

sejarah fiksi mini


Tidak terlalu sulit menemukan Fiksi Mini diera sekarang, dengan perkembangan teknologi kita sudah dapat menemukan Fiksi Mini di media sosial, seperti Twitter dan Facebook.

Mungkin kalian pernah mendengar cerita mini (cermin), cerita kilat ataupun cerpen singkat, flash fiction, sudden fiction atau micro fiction, semuanya itu merupakan Fiksi Mini. 

Sedangkan di Prancis, Fiksi Mini dikenal dengan nama Nouvelles. Masyarakat Jepang menyebut kisah-kisah singkat Fiksi Mini itu dengan nama “cerita setelapak tangan”, sebab cerita berbentuk Fiksi Mini ini sangat cukup bila dituliskan di telapak saja.  

Ada juga yang menyebut Fiksi Mini sebagai Postcard Fiction atau cerita kartu pos, karena cerita itu cukup bila ditulis dalam kartu pos. Bahkan, Sean Borgstrom juga memperkenalkan tulisan Fiksi Mini sebagai Nano Fiction.

Ciri-ciri Fiksi Mini

  1. Ceritanya singkat, bahkan lebih singkat dari Cerpen.
  2. Jumlah kata berkisar antara 250-1000 kata. Seiring berjalannya waktu, beberapa Fiksi Mini muncul dengan jumlah kata yang kurang dari 250, bahkan ada yang hanya berukuran 4-10 kata atau hanya 140 karakter.
  3. Bersifat Imajinatif.
  4. Memiliki pemilihan kata yang tidak bertele-tele atau to the point.

Perbedaan Fiksi Mini dengan Cerpen

Cerpen dan Fiksi Mini merupakan jenis Sastra berbentuk Prosa Fiksi yang memang tampak serupa. Akan tetapi, Cerpen dan Fiksi Mini memiliki perbedaan yang sangat tampak berdasarkan pembatasan karakter dan katanya.

perbedaan fiksi mini dengan cerpen


Jumlah kata pada cerita pendek 1.000-10.000 kata, sedangkan Fiksi Mini terdapat jumlah kata 250-1.000 kata, bahkan ada yang lebih singkat lagi.
Fiksi Mini hanya memiliki satu latar waktu dan satu latar tempat, sedangkan Cerpen boleh lebih dari itu.

Cerpen memiliki pilihan kata yang lebih mendetailkan masalah, konflik, dan penyelesaian yang cukup rumit untuk menantang imajinasi para pembaca, sedangkan Fiksi Mini lebih menekankan pada pemilihan kata yang to the point atau tidak bertele-tele tetapi dengan pengimajinasian dan penyampaian yang bisa tersampaikan.

Tips Membuat Fiksi Mini

1. Tentukan Tema

Mulailah dengan menemukan ide-ide menarik dari pengalaman sehari-hari maupun imajinasi yang terlintas di pikiranmu. Kembangkan ide yang kamu dapat menjadi sebuah tema yang menarik.

2. Fokus pada inti cerita

Kembangkan cerita yang akan ditulis dan pikirkanlah cerita seperlunya saja. Tidak perlu membuat cerita yang terlalu mendetailkan kejadian, baik alur, penokohan, konflik, dan lain-lain. Ingatlah pembatasan karakter yang sudah ditentukan.

3. Mulai Menulis

Tuliskan berdasarkan pemikiran-pemikiran dan ide yang ditemukan. Tuangkan tulisanmu dengan baik tanpa keragu-raguan.

4. Editing

Baca ulang keseluruhan naskah yang sudah kamu buat. Buanglah kalimat yang hanya berfungsi menerangkan, ganti dengan kata-kata yang lebih umum dan memiliki pemaknaan yang jelas.  Edit dan perbaiki ejaan yang salah.

Contoh Fiksi Mini

Judul : Nikmati Saja Sajiannya
Oleh : Amalina

Siang hari, di jam istirahat. Mira, seorang siswi SMA tengah asik menggerakan pena. Ia duduk di bangku taman sekolah yang terletak tak jauh dari kelasnya. 

Bunga-bunga cantik yang di tata rapi dalam pot, membuat hati gadis itu tenang. Setiap kata mengalir begitu saja. Wangi bunga menambah fokus, dan relaksasi. Tempat paling nyaman untuk menulis. 

"Mira, kamu kenapa masih nulis?" Seseorang menghampiri, membuat pena berhenti.
"Ya, kamu tahu, aku menyukainya."
"Sebaiknya kamu ganti genrenya, orang-orang jarang yang menyukai cerita seperti itu! Bukumu tidak akan laku!"
"Setiap buku akan menemukan pembacanya. Tenang saja."

"Kau ini, siapa yang mau membaca cerita membosankan itu? Bukankah novel romansa lebih laku di pasaran?"
"Cerita membosankan? Ini namanya novel filsafat, aku menuangkan ide absurditas pada cerita ini."

"Ya, terserah." Winda mengibaskan tangannya.
"Dengar, aku ini penulis yang merdeka. Tidak terikat dengan dogma, dan terbebas dari respon pembaca. Terserah mereka bilang apa, yang pasti aku 'menari' di ruang terbuka. Jadi, nikmati saja 'sajiannya'. Kalau ingin, lanjut menonton, kalau tidak, silahkan pergi. Simpel kan?" 

"Ya, terserah. Aku tak paham kata-katamu, tapi lanjutkanlah apa yang kamu suka. Semoga sukses."
"Terima kasih!" Mira memeluk sahabatnya. 

Mereka lalu bersama-sama kembali ke kelas. Waktu istirahat sudah berakhir.

Sumedang, 30 Agustus 2020
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter