Merayakan Kemajuan - Jurnal Ketujuh

merayakan kemajuan tahap kupu-kupu

Bismillahirahmaanirahim Alhamdulillah, tak terasa tinggal selangkah lagi menuju garis finish Mentorship Program Bunda Cekatan Batch#1, Ibu Profesional. Sungguh rasanya ‘nano-nano’, "manis, asam, asin. Rame rasanya!" haha. Rasa antara senang, sedih dan terharu. Senang karena sebentar lagi lulus dan menjadi kupu-kupu cantik hingga bisa terbang tinggi, sedih karena sebentar lagi akan berpisah dengan teman-teman seperjuangan dan terharu ketika membaca surat cinta dari para mentee tersayang, bikin meleleh, terlebih doa yang selalu ditujukan untukku dan keluargaku. MasyaAllah tabarakallah, terucap doa yang sama untukmu ya mbak Mira dan mbak Nia.

Tahapan demi tahapan di kelas Bunda Cekatan aku lalui dengan bahagia dan semangat. Semangat untuk mengupgrade diri agar bisa menebar manfaat bagi sesama, belajar konsisten, komitmen dengan diri sendiri dengan tidak melewatkan satu jurnal pun di setiap pekannya.

Tema Pekan ini

Pada pekan ini, kami diminta untuk “Merayakan Kemajuan” selama mengikuti program mentorship di kelas. Mentor mengirimkan ‘surat cinta’ kepada mentee begitupun sebaliknya. Surat cinta yang ditulis oleh mentor, berisikan kemajuan mentee dalam proses mentoring selama 7 pekan. Mulai dari sikap, proses belajarnya, keterampilannya selama menjalankan proses mentoring. Begitupun mentee, menuliskan ‘surat cinta’ untuk mentor yang berisi tentang kemajuan mentor, bagaimana cara mentor menjadi pendamping utama program dari awal hingga pekan ini.

Hari Minggu kemarin aku sudah mendapatkan ‘surat cinta’ dari ketiga menteeku. Dan di hari yang sama aku pun juga mengirimkan ‘surat cinta’ ke mentor. Untuk ‘surat cinta’ dari mentee datang di hari yang sama, karena sebelumnya aku sudah menjadwalkan dan meminta mereka untuk mengirimkannya hingga hari Minggu, dan aku pun berencana untuk membalas keesokan hari (di hari Senin). Hal ini bertujuan supaya kami ada waktu lebih untuk mengerjakan jurnal pekan ke-7.

Apa yang aku rasakan selama mentoring?

Mulai dari awal banyak yang aku harapkan dari program ini, kemampuan dan keterampilan ku semakin bertambah. Oleh karenanya, aku mengikuti 2 program sekaligus (Desain Video dan Blogging) , yang mana keduanya ibarat pasangan yang saling melengkapi dan jika aku cekatan di kedua bidang tersebut, maka akan membuatku semakin bahagia.

Seiring berjalannya waktu, program Desain Video yang tadinya sempat membuatku berbinar, kini (mulai di pekan ke-6 sampai saat ini) membuatku semakin hambar dan menjadikanku tidak bersemangat lagi, bukan karena aku gagal, namun karena kurang pahamnya mentor terhadap kebutuhan belajarku. Itu yang aku rasakan, hingga saat ini. Jika di pekan ini kita diminta kejujuran kita selama program, jujur pada diri sendiri, maka aku pun akan mengatakannya dengan sejujur-jujurnya, terlebih lagi aku bukanlah tipikal orang yang hidup dalam kepura-puraan.

Aku sepakat dengan Merdeka Belajar atau Belajar Merdeka, namun yang jadi pertanyaan belajar apa dulu? Karena pada fitrahnya, masing-masing orang mempunyai gaya belajar yang berbeda-beda. Karena aku tipe pembelajar Audio-Visual, makanya nggak cocok dengan yang diterapkan oleh mentor. It,s okey nggak apa-apa, aku harus berdamai dengan diri sendiri dan keadaan.

Dari kejadian ini, sehingga membuatku belajar lagi hikmah tentang sebuah perjalanan hidup. Belajar menerima keadaan dengan legowo (ikhlas). Dan memang benar jika ada yang mengatakan:
Bergurulah dengan orang yang tepat dan belajarlah dengan orang yang tepat!
Beruntungnya aku mengikuti 2 program, sehingga di satu program aku merasakan “ah, sudahlah cukup!” maka aku pun bisa langsung switch ke program lainnya (Blogging). Alhamdulilah, di sini mentor memahami kebutuhan belajarku. Meluangkan waktu dan mendampingi saat belajar hingga tuntas (hingga tidak ada pertanyaan lagi dariku) ini adalah moment yang sangat indah dan mungkin seumur-umur tak bisa kulupakan. Mengenalkan berbagai ilmu baru terkait dengan program, yang mana aku belum pernah tau. Memberikan challenge dan mereview hasilnya demi kemajuan belajar mentee nya.

Pada Worksheet berikut ini adalah beberapa poin isi 'surat cinta' yang aku sampaikan untuk mentor. #terimakasihmentor

terima kasih mentor

Sehingga, aku merasakan kemajuan yang sangat pesat dari hari ke hari. Terbukti selama berlatih menulis setiap hari dengan challenge yang diberikan mentor, aku menjadi terbiasa. Terima kasih mentor ku yang telah mendampingiku belajar, mengerti, memahami kebutuhan belajar ku dan meluangkan waktu untukku dalam proses belajar ini. Jika diilustrasikan (saat mengikuti mentorship program Blogging), aku seperti gambar kupu-kupu pada worksheet berikut. Warna sayapnya cerah ceria, pertanda aku sangat bahagia dalam menjalaninya dari waktu ke waktu.

Aku memang sengaja mengilustrasikan kupu-kupu dengan warna-warna yang cerah, meskipun secara menyeluruh dari semua program ada yang membuatku kecewa, yang sudah kutulis sebelumnya di atas. Namun aku tidak akan menuangkannya ke dalam gambar kupu-kupu, dimana aku rasa akan memberikan efek negatif sehingga membuatku 'down' , larut dalam kekecawaan dan hilang semangat. Yang terjadi, biarkalah berlalu. Tetap optimis, berpikir positif dan fokus dengan kemajuan yang sudah dicapai.

kupu-kupu versi terbaikku

Bagaimana dengan ketiga menteeku?

Ketiga mentee ku sudah mengirimkan ‘surat cinta’ untukku. Terharu sudah pasti, karena mereka merasa terbantu melalui program ini, merasa mendapatkan ilmu baru, support dan motivasi selama program berlangsung. Alhamdulillah.

Nah, pada worksheet berikut adalah beberapa poin (isi) dari 'surat cinta' yang kukirimkan kepada ketiga mentee ku. #terimakasihmentee


terima kasih mentee
Dan pada video berikut ini adalah isi secara keseluruhan dari 'surat cinta' untuk para mentee.


#jurnalke7 #tahapkupukupu #buncek1 #institutibuprofesional
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter