Tantangan H-21 Kelas Kepompong

Bismillahirrohmanirrohim Hari ini saya ingin mereview tentang Potluck dari Bunda Zakiyah Darojah mengenai “Manajemen Emosi dengan menggunakan Falsafah Jawa”. Agak tergelitik, karena saya sendiri orang Jawa namun silap dengan ilmu ini. Ketika saya membuka postingan dari Bunda Zakiyah tersebut, seketika saya ingat dengan almarhum Simbah. Dulu ketika sering main ke rumah Simbah, saya selalu diberi nasihat dan lucunya cuma numpang lewat nggak pernah menyimak betul. Sekarang saya merasakan ketika sudah berkeluarga dan punya banyak relasi. Oh, betul juga kata Simbah. Mengelola Emosi menggunakan pendekatan Falsafah Jawa, diantaranya: 1. Nrimo Yaitu menerima seutuhnya apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan menerima kita tidak lagi sering mengeluh. Jika kita sering mengeluh, maka sebetulnya kita belum menerima seutuhnya. Dengan nrimo ini, maka kita akan bisa menerima apapun yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk kita. 2. Sumeleh Yaitu berserah kepada yang maha kuasa. Jika terjadi apa-apa, ya sumeleh saja, sehingga tidak merasa terbebani. Jika kita merasa kalau hidup banyak beban, itu dikarenakan kita kurang sumeleh. Jika kita mendapatkan ujian dari Allah mungkin berat, namun kalau kita sumeleh maka akan terasa ringan. 3. Sareh Yaitu tenang dalam menghadapi apapun yang terjadi dalam kehidupan kita. Sehingga ketika ada sesuatu yang mungkin mengganggu pikiran kita, membuat kita marah, kecewa dan lain sebagainya. Jika kita bisa mengaplikasikan rasa sareh ini maka kita akan dapatkan ketenangan dan kita bisa lebih sabar dalam menghadapi apapun yang terjadi dalam keseharian kita. 4. Sumeh Yaitu selalu tersenyum. Kita sering melihat orang emosi pasti jarang tersenyum, jika kita melatih diri untuk tersenyum, misalnya ketika bangun tidur tersenyum, mau tidur kita banyak tersenyum, setiap saat kita tersenyum, pasti kita akan lebih mudah menerima apapun yang terjadi pada sehari-hari. 5.Luweh Yaitu masa bodoh, yang artinya kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kita pikirkan. Jangan terlalu memikirkan omongan orang, baik tetangga, teman yang tidak mengenakkan atau mungkin perilaku-perilaku mereka yang menurut kita tidak enak, sehingga membuat kita stress, galau dan sebagainya. Namun ketika kita luweh, maka kita tidak akan memikirkan hal-hal yang sepele dan kita bisa lebih fokus pada hal-hal yang lebih penting. 6. Eling lan Waspodho Eling yaitu selalu mengingat Allah SWT, bukan hanya saat beribadah saja namun setiap saat kita harus mengingatNya. Ini penting untuk menjaga responsif kita terhadap apapun yang terjadi pada kita semata-mata karena kehendakNya. Waspodho yaitu waspada, tidak gegabah dan meniti setiap langkah kita dengan hati-hati sehingga tidak terperosok ke jalan yang salah. Jika bahagia, maka tidak perlu diluapkan dengan cara berhura-hura begitupun jika sedih, juga tidak perlu terlarut dalam kesedihan. Sebaiknya kita perlu berada di tengah-tengah saja, sehingga kita merasa tenang, nyaman, ringan, ayem tentrem seperti para leluhur kita orang Jawa yang berumur panjang dan sehat lahir batin.
#tantangan30hari #harikeduapuluh #kelaskepompong #bundacekatan #institutibuprofesional
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter