Tantangan H-24 Kelas Kepompong


Bismillahirrohmanirrohim 

Alhamdulillah, kemarin bisa mengikuti acara yang diselenggarakan oleh HI (Human Initiative)-Yogyakarta melalui Kajian Online Akbar (Spesial Tarhib Ramadhan) yang bertemakan “Agar Ibadah Ramadhan di Rumah Bersama Keluarga lebih Berkah”. Acara ini menggunakan platform Zoom dan materinya cukup bagus dengan Narasumber seorang pakar parenting yaitu Ustadz Cahyadi Takariawan. 

Apa saja pembahasannya? kurang lebihnya seperti berikut:

Tidak ada yang menyangka bahwa tahun 2020 ini kita akan berhadapan pada musibah yang melanda dunia hingga sampai ke Indonesia, kita terkena wabah Corona. Satu sikap yang Rosulullah sampaikan pada hadist Nabi, adalah kita sebagai orang beriman harus bersabar, bersabar untuk menghadapi musibah ini. 

Namun ternyata selain sikap sabar dalam menghadapi, adanya sikap syukur kita diberi musibah. Kenapa bersyukur? Karena kita mengetahui betapa banyaknya hal-hal yang Allāh berikan pada orang yang sabar ketika mereka mendapatkan musibah. Karena dengan musibah itulah, Allah akan menggugurkan dosa-dosa orang yang beriman, dosa-dosa kita akan hilang, akan rontok, apabila kita mampu bersabar atas musibah yang Allāh berikan. 

Di tahun ini, Allah memberikan dua kesempatan langka yang kita dapatkan, yaitu dua kesempatan untuk meluruhkan dosa-dosa kita, dua kesempatan untuk kita nikmat dan karunia. 

Satu hal yang kita lakukan, agar Ramadhan membawa berkah adalah pastikan bahwa kita menghadapi Ramadhan, kita menyambut Ramadhan dengan penuh kesyukuran di hati kita dan penuh kesabaran di jiwa kita. 

Ajak semua keluarga kita untuk menyiapkan diri:
1. Persiapan spiritual/rohaniah
Jika kita menghadapi sebuah wabah sudah pasti kita akan memohon, meminta kepada Allah, sudah pasti kita berlindung kepada Allah, bertawakkal kepada Allah. 

Jika saat Ramadhan nanti kita bisa mengoptimalkan waktu dengan sebaik-baiknya, maka kita pun akan mendapatkan 2 hal yang sudah Allah berikan kepada kita, yaitu pengampunan terhadap Ramadhan dan pengampunan terhadap kesabaran kita menghadapi pandemi. Pengguguran dosa saat Ramadhan dan pengguguran dosa ketika kita sabar menghadapi pandemi. Maka persiapkan mental dan spiritual kita. 

Yakin bahwa ini semua adalah bentuk rasa cinta Allāh kepada kita,, umatnya. Nabi pernah bersabda, Allah akan mencintai suatu kaum, maka akan diberikannya ‘ujian’ dalam bentuk apapun, bisa wabah, sakit dan lain sebagainya. 

2. Persiapan keilmuan/intelektual/ilmiah 
Ilmu yang dimaksud adalah pada materi di sini.

Apa yang menyebabkan kebahagiaan kita bertambah? Tahukah anda, sesuatu yang kalau kita bagi habis. Namun tidak jika kita bisa berbagi kebahagiaan. Kebahagiaan tidak akan habis, bahkan bertambah. Itulah sebabnya Rasulullah menyatakan, bahwa manusia yang paling baik di sisi Allāh adalah manusia yang paling banyak bermanfaat bagi sekitar. 

Yaitu kebahagiaan yang engkau bagikan terhadap hatinya orang-orang muslim. Berbagilah, jika kita mempunyai banyak kita bisa berbagi banyak, namun jikalau hanya mempunyai sedikit, berbagi sedikit tidak masalah. Karena esensinya berbagi ini adalah bagaimana kita mendapatkan kebahagiaan yang optimal, bukan masalah ukuran sedikit atau banyak. 

Menghadapi Ramadhan dengan banyak berbagi. Membahagiakan hati seorang muslim adalah kebahagiaan tertinggi/ bahagia tingkat Dewa, jika kita bisa membahagiakan orang lain. Jika kita bisa/mengajak orang lain bahagia dan memasukkan kebahagiaan pada mereka, maka itulah kebahagiaan Paripurna. 

Ajak semua anggota keluarga berbagi kebahagiaan dengan orang lain, ajak mereka berkontribusi. Maka kita akan mendapatkan nikmat dan berkah dari Ramadhan ini. 

#tantangan30hari
#harikeduapuluhempat
#kelaskepompong
#bundacekatan
#institutibuprofesional
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter