Mengenal dan tuntaskan Innerchild dalam Pengasuhan


Bismillahirohmanirrohim…

Alhamdulillah masuk pekan keempat di Kelas ulat-ulat. Mulai hari Selasa, 4 Februari 2020 kami dari Inside Out Family (Keluarga Manajemen Emosi) sudah memulai diskusi di grup Telegram. Materi yang sudah dibahas salah satunya adalah Innerchild. Dengan narasumber dari anggota sub grup Innerchild, yaitu mba Sinta Rini, M.Psi, Psikolog.

Apa itu Innerchild ? 
➡️ Pengalaman masa lalu yang sangat kuat, dimana kita meniru tingkah laku, kata-kata, peristiwa dari masa lalu, sehingga membentuk pikiran, keyakinan, dan perilaku yang kita lakukan saat ini. 

Ada 2 macam Innerchild, diantaranya :
Innerchild yang menyenangkan (positif) : kreatif,  tidak pantang menyerah, dicintai orang tua
Innerchild yang terluka (negatif) : trauma, luka pengasuhan orang tua, fobia dan lain-lain

Innerchild terluka 
❖ Luka pengasuhan orang tua di masa kecil yang belum tuntas
Innerchild yang terluka muatan emosi negatifnya kuat, belum tuntas, berusaha dilupakan namun sangat mempengaruhi pikiran, perasaan dan perilaku Ibu saat ini
❖ Saat Ibu lelah, lapar, ngantuk, stres dan marah, Innerchild terluka akan membajak emosi dan menampilkan emosi yang tidak sesuai dengan usia saat ini, tidak adaptif → respon Error
Contoh : Ibu yang marah saat anaknya membantah kata-kata  ibunya, ternyata saat ibu di masa kecil sering dibilang “anak durhaka” saat ia mengungkapkan pendapat, keinginan dan
perasaannya ke ibunya

Ibu belum tuntas Inner child → kurang menikmati perannya saat mengasuh anak-anak
  • Ibu merasa ragu-ragu
  • Ibu kurang memiliki arah tujuan→ jurus coba-coba
  • Ibu kecewa dengan hasil mendidik anak yang kurang sesuai
  • Anak sulit diarahkan → anak bermasalah
  • Ibu merasa menyerah dan putus asa
  • Ibu merasa bingung, stres, dianggap gagal mendidik anak, depresi dan lain-lain
  • Ibu bertengkar dengan suami
  • Ibu menjadi serba salah
  • Ibu bingung mulai memperbaiki diri darimana dulu 
Kondisi yang menjadi pencetus munculnya Innerchild terluka 
  • Tuntutan pekerjaan rumah, bisnis, organisasi yang harus segera diselesaikan
  • Suami menyerahkan pengasuhan anak sepenuhnya kepada Ibu
  • Manajemen waktu yang belum optimal
  • Sulit mengelola emosi dan stres
  • Sulit mengendalikan perilaku Anak
  • Kurang mendapatkan perhatian dan penerimaan
  • Terlalu lelah, kurang istirahat, banyak pikiran
  • Merasa tertekan saat berhubungan dengan mertua dan kakak ipar
  • Masalah Ekonomi
  • Komunikasi yang kurang hangat dengan suami dan lain sebagainya



Tidak ada seorangpun yang bisa menghindari berbagai pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan dan tidak diharapkan terjadi, namun Allah memberi kita kemampuan untuk bisa merubah keadaan kita menjadi lebih baik dengan pertolongan Allah. 

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri.”
(TQS.Ar-Ra'd:11)

❑ Segala pengalaman tidak menyenangkan, menakutkan dan trauma yang kita alami terjadi atas izin dan sepengetahuan dari Allah yang akan menjadikan kita sebagai manusia yang Tangguh, kuat, berharga (berlian)

"Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa (seseorang) kecuali dengan izin Allah; Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk ke (dalam) hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
(QS At Taghaabun: 11)

Bagaimanakah caranya berdamai dengan Inner child yang terluka? 
  • Terima inner child diri yang terluka. Jangan ditolak dan diabaikan!
  • Akui kita merasa sedih, kecewa, marah dan takut dengan pengalaman trauma yang membuat inner child kita terluka. Jangan berusaha melupakan!
  • Hadirkan kejadian masa lalu yang membuat trauma/terluka. Sampaikan perasaan kita kepada “seseorang” yang menyebabkan kita mengalami trauma baik secara kata-kata maupun tulisan untuk melepaskan emosi negatif yang kuat tersimpan di pikiran bawah sadar
  • Pengalaman buruk dan trauma yang menimpa kita terjadi atas izin Allah. Serahkan kepada Allah, pasrahkan kelemahan kita dan mohon Allah menyembuhkan luka hati kita
  • Ambil hikmah sebagai pelajaran hidup. Melihat trauma dengan kacamata yang lebih positif, misal kita menjadi lebih kuat lewati masalah, tidak mudah menyerah, tangguh dan lain-lain
  • Berdoa agar pengalaman menyakitkan ini tidak terulangi lagi
Bagaimanakah caranya berdamai dengan Orang Tua 
1. Kita harus selalu ingat kebaikan dan jasa orang tua kita sehingga kita bisa berinteraksi dengan menggunakan perasaan positif yang selaras. 
2. Memaafkan = menyembuhkan luka diri kita dan mencapai kebahagiaan kita.
3. Orang tua tidak luput dari kesalahan. Saat kita berbuat salah kepada anak maka kita pun ingin anak memaafkan kita.
4. Mohon ampunan kepada Allah supaya Allah mengampuni orang tua dan minta kita ditumbuhkan perasaan cinta yang lebih kepada orang tua.
5. Orang tua belum punya ilmu parenting semudah kita mendapatkannya saat ini.
6. Orang tua memiliki inner child yang terluka dan terbawa saat mendidik kita. 
7. Tanpa orang tua, mungkin kita tidak hadir di dunia. Bersyukur akan anugerah ini.


Lakukan Manajemen Emosi 
1. Kenali penyebab kita mengalami emosi
Apa yang menjadi pencetus emosi ini muncul. Emosi memiliki pesan. 
Jangan fokus ke perilakunya tapi latar belakang perilaku itu muncul!

2. Kenali pola saat emosi muncul
Kapan biasanya emosi ini muncul? Misal emosi marah muncul saat PMS, saat pagi hari anak mau sekolah, saat kita banyak pekerjaan dan lain-lain.

3. Perhatikan alarm tubuh saat emosi akan muncul
Penuhi hak tubuh untuk istirahat supaya tidak mudah marah dan sensitif.

4. Reframing pengalaman yang negatif menjadi positif
Saat ada kejadian yang tidak sesuai harapan, cari sisi positifnya. Lihat dari sudut pandang yang berbeda (positif).

5. Melakukan Tapping untuk menyeimbangkan emosi diri
Tapping membantu menyeimbangkan emosi dan mempertahankan emosi positif sehingga pikiran dan perasaan bergerak menjadi perilaku positif.

6. Sholat dan Dzikir menjadi benteng pertahanan iman yang naik turun
Sholat tepat waktu, mengaji, dzikir, puasa, dan lain-lain.

Menciptakan kondisi Emosi Positif
❑ Intropeksi diri dan mendekatkandiri kepada Allah agar hati tenang (sholat, puasa, dzikir, tilawah, tahajud, dll) 
❑ Bersedekah dan membantu orang lain
❑ Memaafkan orang lain sebelum tidur
❑Mensyukuri nikmat Allah dan kebaikan sebelum tidur
❑ Menjaga kesehatan dengan olahraga, tidur cukup dan makan teratur
❑ Berfikir positif
❑ Beristighfar memberi ketenangan hati & membuka jalan keluar

Reframing 
♾️ Mengubah sudut pandang NEGATIF menjadi POSITIF
♾️ Saat EMOSI Meninggi, Logika Menurun
♾️ Contoh : Anak membantah kata-kata Bunda

Frame Awal : “ Anakku Ngeyel ! “
Emosi yang muncul : Kesal dan Marah
Respon : Membentak, Marah, Memukul

❑ REFRAME : “ Oh anakku berani berpendapat, tapi caranya masih harus diajarkan supaya lebih santun”
❑ Emosi yang muncul : Tenang, Sabar, Senang, Antusias
❑ Respon : Mendengarkan pendapat anak, Ajarkan cara yang santun, fokus pada inti yang disampaikan anak, cari solusi bersama

TAPPING
❑ Mengetuk lembut titik meridian (jalur lalu lintas energi) dengan tujuan untuk melepaskan emosi negatif kita sehingga aliran emosi di tubuh menjadi seimbang
❑ Titik meridian :
1. Belakang Ubun-ubun
2. Pangkal Alis Kanan dan Kiri
3. Di bawah mata kanan dan kiri
4. Di bawah Hidung
5. Di bawah Bibir
6. Dada kiri dan kanan
7. Di bawah Ketiak
8. Pergelangan Tangan kanan dan kiri bagian dalam dan luar
9. Karate chop
Caranya bisa dilihat di sini

Membuat Jurnal Syukur 



KESIMPULAN
  • Sebaik-baik penyembuh luka itu Allah, maka sudah semestinya kita senantiasa melibatkan Allah untuk membasuh luka innerchild tersebut 
  • Belajar memaknai dan menggali hikmah dari setiap peristiwa dengan lebih positif (reframing)
  • Tuntaskan luka-luka pengasuhan yang pernah kita rasakan
  • Terima Innerchild dengan penerimaan yang lapang dada, jalani dan syukuri 
Referensi:
Materi Kulgram "Tuntas Innerchild dan Pengasuhan yang lebih baik" di Tele Group "Inside Out Family"

#janganlupabahagia
#jurnalminggu4
#materi4
#kelasulat
#bundacekatan
#buncekbatch1
#buncekIIP
#institutibuprofesional
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter