Hakekat Manajemen Diri

Bismillahirohmanirrohim



Kali ini permainannya seru banget, kita mulai masuk Goa yang terdapat dalam "The Jungle of Knowledge". Di sini hanya ada suara dan cahaya yang bisa jadi petunjuk kita menuju makanan (ilmu) yang kita butuhkan.

Wow, banyak sekali makanan/Potluck (ilmu) yang bertebaran/dibagikan oleh teman-teman di sana dan semuanya menggoda, nyam... Eits, namun jangan sampai kalap yah! Ingat, ambil makanan yang hanya kita butuhkan. Biar gak overweight, haha…

Dan, saya sendiri berbagi Potluck tentang Manajemen Diri. Mengapa? Berikut strong why-nya!

Seringkali kita merasa bingung mau melakukan apa, dan harus memulainya dari mana dulu. Terlebih lagi, jika kita gak tau caranya dalam mencapai target/sasaran  yang kita tuju dalam kehidupan kita.  

Oleh karena itu, di sini perlunya kita belajar tentang Manajemen Diri. 


manajemen diri jurnal pekan 2 tahap ulat-ulat

Lalu, seberapa pentingnya Manajemen Diri itu sendiri, dan apa dampaknya terhadap kehidupan kita? Simak penjelasan singkatnya pada link berikut⤵️
🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾🐾

Setelah mencicipi berbagai Potluck dari teman-teman, akhirnya saya dapatkan 2 ilmu yang menurut saya pas/cocok banget jika diaplikasikan pada diri saya. Diantaranya adalah (1) Ilmu Manajemen Waktu, (2) Ilmu Manajemen Emosi dari berbagai tinjauan teori.

1. Manajemen Waktu 
Dari ilmu yang telah dibagikan oleh Bunda Laily Indah Sejati, bahwa tips Manajemen waktu bisa disimpulkan sebagai berikut:
  • Menyegerakan hal yang penting di ranah tidak mendesak, tanpa menundanya. Sebelum hal yang penting tersebut masuk ke dalam ranah mendesak. 
  • Menyelesaikannya pekerjaan sekarang sesuai skala prioritas kepentingan tersebut 
Time management is really life management

Manajemen waktu itu adalah usaha/upaya kita untuk melakukan manajemen perbaikan kualitas hidup kita menjadi lebih baik lagi. 

2. Manajemen Emosi 
Ilmu Manajemen Emosi yang pertama saya dapatkan dari Potluck yang dibagikan oleh Bunda Rizka Ernawati tentang ilmu "GRAFOLOGI" yaitu ilmu tentang mengenal diri melalui goresan tangan. Teknik ini juga bisa diterapkan pada anak-anak. 

Berikut kesimpulannya, 
1. Manfaat dari Grafologi, adalah:
  • mengidentifikasi 
  • mengekspresikan diri
  • mengingat 
  • cara berkomunikasi
  • untuk Fisiologi, bisa meningkatkan motorik halus yang berkaitan dengan syaraf otak

2. Tips untuk membaca goresan tangan pada anak:
  • Posisi gambar pada kertas 
Jika posisi gambar masih ada di pojok kiri, maka anak tersebut memiliki sifat belum Percaya Diri, namun jika posisi gambar ada di tengah-tengah maka anak tersebut sudah memiliki rasa Percaya Diri. 

  • Ukuran gambar
Jika ukuran gambarnya besar, maka anak/orang tersebut mudah bergaul, namun jika sebaliknya maka anak/orang tersebut memiliki rasa pemalu. 

  • Tekanan
Jika pada gambar tersebut memiliki tekanan yang kuat, maka anak/orang tersebut memiliki energi fisik yang kuat. Jadi bisa disalurkan pada kegiatan yang melibatkan fisik, misalnya olah raga. Namun jika tekanan pada gambar tersebut ringan, maka anak tersebut cenderung memiliki sifat sensitif 

  • Penggunaan warna
Jika tidak suka menggunakan banyak warna, maka anak/orang tersebut cenderung memiliki sifat mastering yang berarti hanya suka melakukan hal yang itu-itu saja. Namun jika sebaliknya maka anak/orang tersebut menyukai hal yang bersifat dinamis. 

  • Arah gambar 
Jika arah cenderung ke kanan, maka anak/orang tersebut bersifat optimis.  

Dalam workshop tersebut juga diajarkan mengenai Mandala. Yaitu alat terapi melatih rasa syukur kita dalam mensyukuri perjalanan hidup hingga detik ini. 

Caranya dengan menggambar lingkaran, yang mana di dalam lingkaran tersebut kita menggambar atas kemauan kita tanpa berpikir. Karena dengan melakukan hal tersebut, kita bisa mengalirkan emosi sekaligus sebagai rasa syukur kita terhadap apa yang telah kita capai hingga saat ini. 

Ilmu Manajemen Emosi yang kedua, saya dapatkan dari Potluck yang dibagikan oleh Bunda Rusna Meswari, yaitu "Manajemen Emosi melalui Negosiasi Reframing". 

Berikut kesimpulannya, 
Teknik Reframing tersebut didapatkan oleh Bunda Rusna dari buku karya Bapak Wiwoho yang dikombinasikan coach nya Bunda Rusna. 
Menurutnya coach nya, 12% aktivitas seseorang dipengaruhi oleh kegiatan sadar, sedangkan 88% dipengaruhi oleh hal yang tidak sadar. 

Hal-hal yang tidak sadar inilah mempengaruhi terhadap emosi yang dimilikinya. 

Teori Reframing diantaranya: 1. Context Reframing 
2. Maining Reframing 
3. Negosiasi 
4. Couple 

Teknik Negosiasi ini bisa diterapkan pada kejadian, misalnya jika kita merasa sesak saat ditanya hal-hal yang sifatnya sepele maka yang perlu kita lakukan adalah, pertama tarik nafas dalam-dalam, tersenyum dan kita negosiasi dengan dada yang sesak tadi "wahai dadaku, terima kasih telah memberikan sinyal kepada saya. Tapi tolong tuntaskan satu hal dulu, kemudian mari kita mulai lagi!" 

Ilmu Manajemen Emosi yang ketiga, saya dapatkan dari Potluck yang dibagikan oleh Bunda Zakiyah Darojah, yaitu "Mengelola Emosi dengan pemahaman Falsafah Jawa"

Mengelola Emosi menggunakan pendekatan Falsafah Jawa, diantaranya:
1. Nrimo
Yaitu menerima seutuhnya apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita. Dengan menerimanya, kita tidak lagi sering mengeluh. Jika kita sering mengeluh, maka sebetulnya kita belum menerima seutuhnya. 
Dengan menerima ini, maka kita akan bisa menerima apapun yang ditakdirkan oleh Allah SWT untuk kita.

2. Sumeleh
Yaitu berserah kepada yang maha kuasa. Dengan menyerahkan seluruhnya apa yang kita alami hanya kepada Allah SWT.

3. Sareh
Yaitu tenang dalam menghadapi apapun yang diberikan Allah SWT kepada kita. 

4. Sumeh
Yaitu selalu tersenyum. Kapanpun, dimanapun dan apapun yang sedang hadapi hendaknya kita selalu tersenyum. Supaya tetap merasa bahagia, tanpa merasa ada tekanan.

5. Luweh
Yaitu masa bodoh, yang artinya kita tidak perlu memikirkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu kita pikirkan. 

6. Eling lan Waspodo
Eling yaitu selalu mengingat Allah SWT, bukan hanya saat beribadah saja namun setiap saat kita harus mengingatNya.

Waspodo yaitu  waspada, tidak gegabah dan meniti setiap langkah kita dengan hati-hati sehingga tidak terperosok ke jalan yang salah. Jika bahagia, maka tidak perlu diluapkan dengan cara berhura-hura/berfoya-foya begitupun jika sedih, juga tidak perlu terlarut dalam kesedihan. 

Sebaiknya kita perlu berada di tengah-tengah saja,  sehingga kita merasa tenang, nyaman, ringan, ayem tentrem seperti para leluhur kita orang Jawa yang berumur panjang dan sehat lahir batin.

#bundacekatan
#thejungleofknowledge
#Institutibuprofesional
#kelasulatulat
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter