Sosialisasi Tahapan Pemilu 2019 di Qatar

Sosialisasi Tahapan Pemilu 2019 di Qatar

Acara Sosialisasi Tahapan Pemilu Ibu-ibu Mesaeeid-Wakra (MesRa), diselenggarakan di Tawash Hall, Albanush Club, Messaieed-Qatar pada hari Minggu, 25 November 2018. Acara ini diselenggarakan oleh PPLN Doha-Qatar. Acara yang dihadiri oleh Pak Heri Kartono selaku ketua PPLN Doha, Pak Ahmad Syamubi, Ibu Erlina dan Pak Enjang Irfan selaku panitia, serta ibu-ibu yang berdomisili di Mesaieed dan Wakra, telah berjalan lancar. Kurang lebih 100 orang yang hadir pada pertemuan tadi.


Selain acara sosialisasi, pihak PPLN juga mengundang dr. Kennia untuk mengisi acara Talk Show sebelum memasuki acara inti. Acara sosialisasi ini sangat berarti bagi kami, banyak sekali informasi yang saya dapatkan dari sini. Yang pertama tentang larangan berkampanye di Qatar, karena memang aturan dari pemerintah pusat dan pemerintah Qatar tidak menginjinkan adanya pelaksanaan kampanye di sini.

Oh iya, tadi ada yang menarik saat Ibu Erlina dari KPU-KBRI Qatar  mempresentasikan mengenai kampanye hitam dan kampanye negatif. Ternyata keduanya adalah hal yang berbeda, dan ini saya baru mengetahuinya. Karena awalnya saya pikir keduanya adalah hal yang sama, tetapi setelah Ibu Erlina memaparkan, baru saya mengerti.
Kira-kira perbedaannya seperti berikut: KAMPANYE HITAM
  • Belum tentu kebenarannya (tuduhan palsu/fitnah)
  • Bertujuan untuk membunuh karakter seseorang
  • Bisa dipidanakan
KAMPANYE NEGATIF
  • Menuduh dengan bukti (berdasarkan fakta)
  • Bertujuan untuk mendeskriditkan pihak lawan
  • Menurut hukum diperbolehkan
Menurut Ibu Erlina, sebagai contohnya untuk Kampanye Hitam adalah saat pemilihan presiden US, Barack Obama bukanlah kelahiran US, melainkan Hawai...yang tidak terbukti kebenarannya dengan maksud kampanye tersebut adalah bahwa Barack Obama tidak pantas untuk menjadi presiden US (hanya ingin membunuh karakter seseorang/lawan politik). Sedangkan contoh untuk Kampanye Negatif adalah Donald Trump terlibat kasus penggelapan dana, tetapi memang benar adanya saat itu Donald Trump sedang diperiksa senat. Begitu kira-kira penjelasan dari Ibu Erlina tadi.

Jadi, Ibu Erlina juga berpesan kepada tamu yang hadir dimohon kerjasamanya dalam mengawal pemilu ini agar berjalan aman, lancar dan terkendali. Jika di lapangan, ditemukan adanya Kampanye Hitam dimohon untuk melaporkan kepada pihak PPLN Doha Qatar.

Kemudian Ibu Erlina juga menjelaskan mengenai syarat suatu kampanye, atau bisa dikatakan bahwa seseorang itu bisa dikatakan berkampanye. Syarat sahnya suatu kampanye ada 3, diantaranya;
  • Visi-misi
  • Massa (sekelompok orang)
  • Alat peraga, seperti misalnya kaos, syal, ataupun topi
Jika misalnya seseorang memakai kaos gambar partai tertentu, maupun capres tertentu untuk pergi ke sawah atau misalnya untuk bermain bola. Itu tidak bisa dikatakan sebagai kampanye, atau orang tersebut melaksanakan kampanye, karena tidak memenuhi ketiga unsur sahnya suatu kampanye di atas. Dan atau misalnya jika ada sekumpulan orang sedang melaksanakan acara barbecue walaupun dengan dengan menggunakan alat peraga tidak bisa dikatakan kampanye jika tidak disertai dengan visi-misi tertentu (dalam hal ini mengenai kampanye). Karena hanya bisa dikatakan kampanye, jika dan hanya jika memenuhi ketiga unsur di atas, yaitu visi-misi, massa dan alat peraga.

Di akhir acara, ada kuis dan doorprize bagi yang hadir dan bisa menjawab pertanyaan dari panitia. Dan pada sesi kali ini sangat seru sekali, suasana riuh, karena ibu-ibu berebut menjawab pertanyaan yang disampaikan panitia. Dan saya pun tadi juga ikut menjawab pertanyaan, hanya untuk mendapatkan doorprize...maksudnya untuk kenang-kenangan gitu, hehe...tapi gak digrubris panitia, duh. Akhirnya, ketika salah satu panitia mendekat untuk membagikan kaos yang tersisa, ya aku langsung minta aja,,,habisnya tadi ikutan jawab juga tapi gak diperhatiin sih. Yess, dapat juga akhirnya...doorprize berupa kaos yang jadi rebutan ibu-ibu, hehe…
Tadi Pak Ahmad Syanubi juga menginformasikan, bahwa “logo ataupun mascot resmi pemilu 2019 yang diluncurkan oleh KPU pusat hanya ada 4, selain itu salah” ujarnya.
Setelah acara berakhir, biasalah emak-emak... apalagi kalau bukan foto bersama..


April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter