Adab Menuntut Ilmu - NHW 01


Bismillahirahmaanirahim...

Pentingnya Ilmu di dalam Kehidupan 
Ilmu adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan ini. Butuh ilmu untuk menjalani hidup. Baik ilmu Agama maupun ilmu pengetahuan lainnya. Kita ketahui bahwa menuntut ilmu itu ibadah, bahkan merupakan ibadah yang paling agung dan utama. Allah akan memudahkan jalan kita ke surga jika kita menempuh jalan untuk menuntut ilmu. Allah sangat mencintai orang-orang yang menuntut ilmu dan orang yang berilmu yang didasarkan atas iman akan diangkat derajatnya oleh Allah. Allah mengangkat orang-orang beriman di antara kamu dan juga orang-orang yang dikaruniai ilmu pengetahuan hingga beberapa derajat. ( al-Mujadalah : 11 )

Tuntutlah ilmu pengetahuan itu mulai dari buaian, sampai keliang lahat. ( Hadits )
Ilmu pengetahuan itu tidak akan memberikan sebagian dirinya kepadamu sampai engkau memberikan seluruh dirimu kepadanya. Orang berilmu lebih utama daripada orang yang selalu berpuasa, shalat dan berjihad. Karena apabila mati, orang berilmu, maka terdapatlah kekosongan dalam islam yang tidak dapat ditutup selain oleh penggantinya yaitu orang berilmu juga. (Umar bin Khattab)

Tidak ada kata terlambat untuk mencari ilmu

Ilmu adalah senter yang menerangi jalan kehidupan yang gelap. Jadilah orang berilmu, agar anda, keluarga anda, dan lingkungan anda menjadi lebih baik. Tidak ada kata berhenti untuk menuntut ilmu, karena setiap saat sampai kita meninggal kita selalu membutuhkan ilmu. Jika anda berhenti menuntut ilmu, maka anda akan tertinggal dengan orang lain.

Menuntut ilmu harus setiap saat. Tapi kita tidak harus sekolah terus menerus. Saat bekerjapun kita bisa memetik sebuah pengetahuan. Motivasi untuk menuntut ilmu harus selalu dikembangkan, karena tanpa motivasi kuat, menuntut ilmu sangat berat. Tapi dengan motivasi yang tepat, menuntut ilmu akan terasa ringan, bahkan sangat ringan.

Jika anda selalu gagal melakukan sesuatu, itu artinya ada ilmu yang belum anda ketahui, tapi harus anda ketahui. Banyak orang belajar keras saat di sekolah, tapi melupakan semuanya saat dewasa. Siapapun anda, belajarlah untuk “tidak melupakan ilmu mu”.

Ilmu tidak terbatas pada pelajaran -pelajaran yang telah anda pelajari di sekolah atau di kampus. Tapi jauh lebih luas. Satu-satunya perlindungan terbaik menghadapi hari-hari susah adalah memperbanyak ilmu di saat-saat mudah. Semakin anda sombong dan merasa sudah banyak tahu, semakin anda terperosok kedalam jurang kebodohan.

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda;

“Jika seorang manusia mati maka terputuslah darinya amalnya kecuali dari tiga hal; dari sedekah jariyah atau ilmu yang diambil manfaatnya atau anak shalih yang mendoakannya.” (HR. Muslim no. 1631)
Itulah sebab betapa pentingnya ilmu dalam kehidupan kita.

Jurusan Ilmu yang ingin saya tekuni di Universitas Kehidupan 

Pendidikan bertujuan untuk membentuk suatu perilaku yang baik pada generasi muda muslim, yang berdasarkan dengan aqidah Islam serta ketauhidannya kepada Allah SWT, bergaul dengan teman yang mempunyai akhlak yang baik pula, memperdalam agama dengan berbagai cara, misalnya saja mempelajari hadits-hadits yang berkaitan dengan hukum-hukum Islam agar pengetahuannya bertambah semakin luas.

Manusia itu dilahirkan dalam keadaan tidak mengetahui apapun, kemudian Allah SWT menugaskan manusia untuk mencari tahu apa yang ada di sekelilingnya serta mempelajari setiap perubahan-perubahan yang terjadi melalui panca indra. Sudah seharusnya sebagai generasi muda untuk menerapkannya pada kehidupan sehari-hari dan mencintai setiap proses yang terjadi. Sehingga sejak dini sudah tercipta suatu karakter individu yang bisa menghadapi hambatan-hambatan yang suatu saat pasti akan terjadi. Tidak dipungkiri bahwa ada banyak ilmu yang harus ditekuni di sebuah kehidupan. 

Mengacu dari hal-hal tersebut di atas, maka saya merasa bahwa ilmu Agama lah yang paling utama ingin saya tekuni saat ini. Terlepas dari ilmu pengetahuan lainnya yang sudah saya dapatkan sebelumnya ketika masih duduk di bangku sekolah dan kuliah.

Alasan untuk menekuninya

Melalui belajar ilmu agama, maka akan berdampak pada akhlak yang baik. Dengan terwujudnya suatu karakter maka akan berdampak positif baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang-orang di sekitarnya. Karena jika seseorang kepribadiannya masih sangat kuno, pasti akan banyak sekali masalah-masalah yang muncul yang mengakibatkan pertentangan antar individu atau antar kelompok. Mereka tidak bisa berfikir positif dan menjadi semena-mena dalam menentukan keputusan.

Banyak sekali manfaat ilmu agama dalam sebuah kehidupan, khususnya apabila sudah berkeluarga seperti saat ini, ilmu tersebut berperan sebagai pengetahuan untuk mendidik diri sendiri dan keluarga, dalam bermasyarakat, dan juga sebagai perisai untuk cobaan-cobaan perkembangan zaman yang semakin beraneka ragam. Semua itu tidak akan berjalan lancar apabila tidak ada kekuatan iman yang mendasar pada diri kita. Karena dengan iman, seseorang mempunyai pendirian yang akan mempertahankannya dari berbagai situasi dan kondisi yang akan terjadi. 

Belajar hal apapun itu, tidak kecuail dalam ilmu agama, ini penting karena wanita memiliki peran penting dan banyak di kehidupan. Selain sebagai wanita mandiri, sebagai istri, dan sebagai ibu.

Ilmu agama sangat penting karena untuk beribadah kepada Allah harus ada ilmunya. Contoh untuk menjalankan ibadah solat kita perlu tahu rukun-rukun sholat itu apa saja, syarat sah sholat apa saja, untuk berzakat dan puasa, semua harus ada ilmu dan aturannya, yang nantinya supaya menjadi amal sholih yang benar dan bernilai pahala di sisi Allah. Seseorang akan memahami ibadah yang diperintahkannya hanya lewat ilmu. Dan lewat ilmu juga akan tumbuh keikhlasan dalam menjalankan ibadah tersebut.

Ilmu agama tidak serta merta hanya bicara soal agama dan kehidupan akhirat. Tapi juga dalam ilmu agama mengatur segala aspek kehidupan, yang kesemuanya telah dibungkus dalam wadah yang syar’i yang berlandaskan pada Al qur’an dan hadist. Bukan hanya penting tapi juga sudah kewajiban seorang muslim baik laki-laki maupun perempuan itu harus menuntut ilmu agama.

Seperti dalam sebuah hadist
“Mencari ilmu itu adalah kewajiban bagi setiap muslim” (HR. Ibnu Abdi dan Baihaqi)
Sekarang apa pentingnya ilmu bagi muslimah:
Perannya sebagai wanita mandiri agama mengajarkan muslimah agar bisa menjaga kesucian diri, menjaga pergaulan islami, dan mempersiapkan bekal untuk kehidupannya nanti menuju pernikahan yang merupakan bagian dari ibadah sunnah yang dianjurkan, dan sebagai penyempurna separuh agama.

Perannya sebagai seorang istri agama mengajarkan wanita untuk meraih surga lewat ketaannya kepada suami. Dan sebagai seorang ibu, muslimah diajarkan untuk bisa mencetak generasi-generasi hebat yang memiliki kecintaan pada Rabbnya, yang bisa bermanfaat untuk agamanya.

Strategi yang saya rencanakan 

Strategi adalah suatu upaya dan usaha dalam mewujudkan suatu harapan dan tujuan. Strategi sifatnya tidak langsung (indirect) bagi tercapainya atau suksesnya suatu proses pembelajaran.

Strategi yang saya lakukan selama ini untuk meraih ilmu yang saya harapkan, diantaranya;
1. Berdoa dengan cara meminta kepada Allah agar dimudahkan dan dilancarkan saat menuntut ilmu dengan cara memperbaiki kualitas diri dan ibadah kepada-Nya, misalnya melaksanakan sholat fardhu tepat waktu secara rutin, mengerjakan sholat sunnah, tilawah habis magrib minimal 1 halaman per hari.


2. Mengikuti kajian agama secara offline maupun online
Menghadiri kajian yang diselenggarakan oleh lembaga tertentu. Salah satunya lembaga PERMIQA (Persatuan Masyarakat Indonesia Qatar) yang bekerjasama dengan departemen Agama sering mengundang/mendatangkan para ulama dari Indonesia yang berkompeten untuk memberikan kajian atau tausiahnya.

Untuk Online biasanya menyimak secara Live yang disampaikan oleh ustad lewat media sosial, baik melalui Instagram maupun Facebook dan juga terkadang saya menyimak di YouTube. Memfollow akun para ustad seperti: Ustad Khalid Basalamah, Ustad Syafiq Reza Basalamah dan sebagainya untuk mendapatkan ilmu yang disampaikan oleh ustad tersebut secara verbal maupun visual di media sosial seperti  Facebook dan Instagram. 
  
3. Browsing di Google mengenai ilmu yang diatur dalam Agama Islam , seperti: ilmu Akidah, Akhlak, Manhaj, Al Qur’an, Fikih dan Muamalah.


4. Install Aplikasi islami seperti; Konsultasi Islam, Tata cara Umroh dan Haji dan sebagainya.


Perubahan sikap

Perubahan sikap yang saya perbaiki dalam proses mencari ilmu

Belajar atau menuntut ilmu pada dasarnya adalah berusaha untuk mengubah perilaku dan tingkah laku ke arah yang lebih baik. Arah lebih baik yang saya harapkan diantaranya; 

Saya akan berusaha tidak setengah-setengah dalam mencari ilmu. Setelah satu sumber saya dapatkan, saya akan mencari sumber lain untuk memperkuat apa yang saya dapatkan sebelumnya. 
Misalnya, tentang keutamaan wanita yang sudah menikah memilih untuk tinggal di rumah atau sebagai  wanita karir. Saya bandingkan pendapat antar para ulama serta dalil atau landasan yang mereka pergunakan.

Saya akan mencoba berdamai dengan diri saya, dengan keadaan saya, dengan emosi saya, dan dengan kekurangan saya agar dapat menerima ilmu dan menyerapnya dengan lebih baik. Menerapkan dan mengaplikasikan pada diri sendiri dalam kehidupan sehari-hari atas ilmu yang telah saya dapatkan.
Meluruskan kembali niat menuntut ilmu untuk diri sendiri maupun diamalkan.


Referensi:


#Matrikulasi
#IbuProfesional
#NHW01

April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter