aprilhatni.com
aprilhatni.com

Mirroring Treatment: Membalas Sesuai Energi, Tanpa Drama

mirroring treatment

Aku sebenarnya tipe orang yang fleksibel.
Bisa hangat, bisa biasa saja.
Bisa sangat peduli, bisa juga memilih menjaga jarak.

Semua tergantung bagaimana orang di depanku memperlakukanku.
Prinsipku sederhana: take and give.

Kalau kamu baik, aku juga bisa sangat baik.
Kalau kamu menghargai, aku akan menghormatimu dua kali lipat.
Tapi kalau kamu berubah, menjauh, atau bersikap dingin… aku juga bisa melakukan hal yang sama.

Bukan karena dendam.
Bukan karena ingin membalas.

Hanya karena aku tidak lagi ingin memaksa diriku untuk memberi lebih dari yang seharusnya.

Suka atau benci seseorang sebenarnya tidak pernah benar-benar memengaruhi hidupku. Karena kebencian orang lain bukanlah identitasku. 

Dan aku pun tidak pernah menaruh sumber kebahagiaanku pada siapa pun, bahkan pada pasangan sendiri.

Sedih atau bahagia, tetap aku yang mengendalikan.

Kupikir selama ini itu hanya cara berpikir realistis. Ternyata dalam psikologi, pola seperti ini punya istilah: mirroring treatment.

Apa Itu Mirroring Treatment?

Secara sederhana, mirroring berarti mencerminkan perilaku, sikap, atau energi orang lain.

Konsep ini dalam psikologi perkembangan pernah dijelaskan oleh Heinz Kohut melalui teori self psychology. Ia menyebutkan bahwa manusia membutuhkan “cerminan emosional” agar merasa dilihat, dipahami, dan dihargai.

Pada anak-anak, mirroring dari orang tua membantu membangun rasa percaya diri. Saat anak bahagia dan orang tua ikut menunjukkan antusiasme, anak merasa emosinya valid. Saat anak sedih dan orang tua menunjukkan empati, anak belajar bahwa perasaannya aman.

Namun dalam hubungan dewasa, mirroring berkembang menjadi sesuatu yang berbeda: kita menyesuaikan energi sesuai dengan energi yang diberikan kepada kita.

Jika seseorang:
Konsisten hadir → kita hadir.
Memberi perhatian → kita memberi perhatian.
Menjaga jarak → kita pun berhenti memaksa mendekat.

Mirroring bukan manipulasi.
Mirroring adalah penyesuaian kadar.

Mengapa Mirroring Terasa Melegakan?

Ada fase dalam hidup ketika kita sadar bahwa kelelahan terbesar bukan berasal dari pekerjaan, tetapi dari hubungan yang timpang.

Kita terlalu banyak memberi.
Terlalu cepat membalas pesan.
Terlalu sering memulai percakapan.
Terlalu keras mempertahankan sesuatu yang sebenarnya sudah longgar.

apa itu mirroring treatment

Mirroring mengajarkan kita untuk berhenti over-effort.
Bukan karena tidak peduli, tapi karena kita mulai menghargai diri sendiri.

Ketika seseorang hanya membalas pesan dengan satu kata, kita tidak lagi merasa perlu membalas dengan paragraf panjang. Ketika seseorang jarang menghubungi, kita tidak lagi merasa harus terus menghubungi lebih dulu.

Dan anehnya, saat kita melakukannya, hati terasa lebih ringan.

Ini Tentang Batasan, Bukan Balas Dendam

Dalam psikologi modern, menjaga batasan (personal boundaries) adalah tanda kematangan emosional.

Mirroring sering kali menjadi bentuk batasan yang paling sederhana dan elegan.

Kita tidak perlu konfrontasi panjang.
Tidak perlu klarifikasi berulang.
Tidak perlu drama.

Kita hanya menyesuaikan.

Karena tidak semua orang punya kapasitas emosional yang sama. Dan tidak semua hubungan perlu dipaksakan menjadi dalam.

Mirroring yang sehat berkata:
“Aku akan memberimu ruang sesuai ruang yang kamu berikan padaku.”

Dan itu adil.

Mirroring vs Silent Treatment

Banyak orang menyamakan mirroring dengan silent treatment. Padahal keduanya berbeda secara niat.
Silent treatment bertujuan menghukum atau membuat orang lain merasa bersalah.

Sedangkan mirroring yang sehat:
✔️ Tidak dibuat untuk menyakiti
✔️ Tidak bertujuan membuat orang panik
✔️ Tidak digunakan sebagai alat kontrol

Mirroring lahir dari kesadaran, bukan dari kemarahan.

mirroring vs silent treatment

Jika setelah melakukannya kamu merasa lebih tenang, tidak lagi overthinking, tidak lagi merasa terabaikan, itu tanda kamu melakukannya dengan sehat.

Namun jika kamu melakukannya sambil berharap orang lain merasa cemas atau kehilangan, mungkin yang bekerja adalah ego, bukan batasan.

Kenapa Kita Baru Melakukan Ini Sekarang?

Takut dianggap berubah.
Takut dinilai tidak peduli.
Takut hubungan merenggang.

Padahal sering kali yang kita lakukan hanyalah mengorbankan diri sendiri demi menjaga sesuatu yang sebenarnya sudah tidak seimbang.

Kita lupa bahwa hubungan yang sehat tidak membuat satu pihak terus berlari sementara pihak lain berjalan santai.

Mirroring membantu kita menghentikan pola itu.

Realistis Bukan Berarti Tidak Punya Perasaan

Ada yang berkata, “Kamu jadi lebih dingin sekarang.”

Padahal bukan dingin. Hanya lebih sadar diri.

Realistis bukan berarti tidak percaya pada cinta.
Realistis berarti sadar bahwa kebahagiaan tidak boleh ditaruh sepenuhnya pada manusia.

Karena manusia itu bisa berubah.
Mood berubah.
Prioritas berubah.

Jika kebahagiaan kita bergantung pada respons orang lain, hidup akan terasa rapuh.

Mirroring mengajarkan kita untuk tetap baik, tapi tidak berlebihan. Tetap peduli, tapi tidak mengemis perhatian. Tetap hangat, tapi tidak memaksakan kehangatan pada orang yang memilih dingin.

Hidup Jadi Lebih Lapang

Ada ketenangan yang sulit dijelaskan ketika kita berhenti memaksa.

Kita tidak lagi sibuk membaca tanda-tanda.
Tidak lagi menghitung siapa terakhir kali menghubungi.
Tidak lagi mempertanyakan perubahan sikap berulang kali.

Kita hanya menjalani.

Kalau seseorang ingin tetap tinggal, ia akan menyesuaikan.
Kalau seseorang memilih menjauh, kita tidak perlu mengejar.

personal boundaries dalam hubungan

Karena kebencian orang lain bukan identitas kita.
Dan kebahagiaan kita bukan tanggung jawab siapa pun.

Mirroring treatment bukan tentang siapa menang atau kalah.
Ini tentang menjaga energi.
Tentang tahu kapan memberi lebih, dan kapan cukup.

Dan mungkin kedewasaan memang sesederhana itu:
  • mampu mencerminkan tanpa membenci,
  • menjaga jarak tanpa memusuhi,
  • dan tetap tenang tanpa kehilangan diri sendiri.

Ketika kita sampai di titik itu, hidup benar-benar terasa lebih lapang.

Semoga bermanfaat, ya.
Have a nice day!

Referensi:
www.halodoc.com
www.halodokter.com
www.klikdokter.com
OlderNewest

Post a Comment