Header April Hatni

Komunikasi Produktif : Tantangan Level I Kelas Bunda Sayang

Posting Komentar


Kesalahpahaman seringkali terjadi bukan karena isi percakapan, melainkan cara penyampaiannya. Di tahap awal perkuliahan Bunda Sayang kali ini adalah tentang Komunikasi Produktif.

Mengapa perlu belajar Komunikasi Produktif? Belajar Komunikasi Produktif adalah hal utama agar tidak mengganggu hal penting yang ingin kita sampaikan, baik pada diri sendiri, kepada pasangan kita (suami), dan juga anak-anak.

Apa itu Komunikasi Produktif ? 

Komunikasi merupakan salah satu kunci kesuksesan dalam membangun rumah tangga. Baik antara pasangan suami istri maupun antara orang tua dan anak. Kunci dari komunikasi adalah pesan yang disampaikan diterima dengan benar oleh pihak yang kita ajak berbicara. 

Komunikasi adalah proses penyampaian pesan. Komunikasi dikatakan produktif jika pesan telah tersampaikan dan diterima dengan baik. Mengapa kemudian komunikasi produktif ini menjadi penting? Karena komunikasi ini yang nantinya menjadi salah satu pilar untuk menjalin ikatan yang kuat dalam mewujudkan visi dan misi keluarga.

Jadi, Komunikasi Produktif adalah cara berkomunikasi agar pesan yang ingin disampaikan diterima secara benar kepada pihak/lawan bicara. 

Ada beberapa hal yang harus diwaspadai dalam Komunikasi Produktif, disebut Mental Warrior. Mental Warrior diantaranya sebagai berikut.

  • Mr. Ah Bad : selalu melihat segala sesuatu dari sisi keburukan
  • Mr. Cold Water : selalu cuek dengan sekitarnya
  • Mr. Lose Lose : selalu serba kalah (mudah menyerah)
Ketiga unsur tersebut di atas harus dikendalikan dalam diri kita, dengan cara pintar-pintar berkomunikasi dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu,  
"For Things To Change, I Must Change First " (Memulai perubahan dari diri sendiri)

Bagaimana caranya?
  • Mulai membuat komunikasi produktif
  • Mulai berkata positif dan memberi energi positif pada diri sendiri terlebih dahulu
  • Mulai memandang sisi positif dari diri sendiri terlebih dahulu

Pilihlah Kata yang Tepat!

Kata merupakan Pola Pikir kita, maka pilihlah kata-kata yang tepat. Kata merupakan Pembawa Energi, maka pilihlah kata/kalimat positif yang memberikan energi positif besar pada diri kita. Kata merupakan cerminan diri kita, maka yang sering kita ucapkan itu adalah identifikasi diri kita.

Jadi, Protect yourself dari 3 Mental Warrior yang harus diwaspadai di atas. Jika mental warrior tersebut ada pada diri kita, segera katakan, "Cancel... cancel... Go away!" Jika masih ada, segera 'Switch'! Ganti segera dengan hal sebaliknya. Karena musuh terbesar kita adalah diri kita sendiri. 

The Magic Communication

Ada kalanya pada saat melakukan komunikasi, pesan tidak tersampaikan secara tepat. Oleh karena itu, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut!

1. Fokus pada solusi, bukan pada masalah

Pada saat menemukan masalah, fokuslah pada solusi, segera temukan solusinya. Kepercayaan diri anak juga kita dibangun dari kebiasaan kita memandang persoalan. 

Ganti kata TIDAK BISA menjadi BISA. Kuncinya adalah segala sesuatu bisa kita pelajari. Kalimat "SAYA BISA", akan membangun kepercayaan diri kita.

2. Katakan apa yang kita inginkan, bukan apa yang tidak kita inginkan 

Menyampaikan apa yang kita inginkan akan menjadi efektif setiap kita berkomunikasi dengan anak dan keluarga kita.

3. Fokus ke depan, bukan pada masa lalu

Jika anak melakukan kesalahan, beri kesempatan kembali. Sampaikan resiko serta solusi sebagai antisipasi sebelum kejadian yang sama terulang. Jadi anak memahami resiko dan solusinya, sehingga mereka tetap semangat untuk mencoba kembali. Tidak perlu mengungkit-ungkit kesalahannya di masa lalu.


The Magic Word

Komunikasi lisan erat kaitannya dengan kata-kata yang digunakan. Jenis komunikasi ini pula yang sering kita gunakan pada saat berkomunikasi dengan anak. Oleh karena itu, pada saat berkomunikasi dengan anak, perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

1. Anak tidak memahami kata "Jangan"

Kata "Jangan" jika diucapkan secara terus-menerus, akan memicu kekhawatiran pada diri anak, dan akhirnya menjadi penyebab munculnya ketidakpercayaan diri pada anak. Ketika kita mengurangi kata  "Jangan", maka anak akan fokus pada hal yang benar saja.

Misalnya kita tidak ingin anak berlari-lari saat berada di rumah orang, hindari mengatakan "Nak, jangan lari-lari dong!" Namun katakan "Nak, duduk sini sama Ibu. Nah, gitu dong anak sholeh."

2. Keep Information Short and Simple (KISS)

Pesan yang terlalu panjang (bertele-tele) tidak akan efektif dalam berkomunikasi. Penerima pesan (komunikan) hanya akan mengingat sebagian saja dari pesan yang disampaikan.

3. Jelas dalam memberikan pujian dan kritikan

Tidak selamanya anak akan menjadi hebat dengan kata "Sayang" secara terus-menerus. Pujian dan kritikan harus disampaikan secara seimbang. Pada saat akan melakukan kesalahan, kita bisa memberikan kritikan secara tepat. Begitu pula pada saat anak melakukan kebaikan, kita juga bisa memberikan pujian secara tepat. Jika ini dilakukan secara seimbang, maka kita akan menjadi orang tua yang adil.

4. Kendalikan suara dan gunakan suara ramah

Jika anak berada pada jarak 1-2 meter dari kita, maka datangi mereka dan sampaikan pesannya. Tidak perlu berteriak untuk menyampaikan pesannya.

5. Seringlah memberi kejutan menarik pada anak

Kejutan akan memberikan kesan yang tidak terlupakan bagi anak, dan juga akan mempunyai efek timbal balik pada diri kita.

Kesalahan dalam Komunikasi

Beberapa kesalahan yang terjadi dalam komunikasi yang dapat memicu miss-communication adalah pesan tidak sampai karena kesalahan dalam pemilihan kata-kata. Untuk itu Change Your Words! Gantilah kata/kalimat negatif dengan kata/kalimat positif, misalnya :
  • MASALAH diubah menjadi TANTANGAN
  • SUSAH diubah menjadi MENARIK
  • SAYA TIDAK TAHU diubah menjadi SAYA CARI TAHU
  • YAH diubah menjadi YESS!

Kaidah 2C Communication

Dalam melakukan Komunikasi produktif membutuhkan 2C, yaitu: 
1. CLEAR
Gunakan bahasa yang dimengerti oleh penerima pesan (komunikan) dan lakukan Keep Information Short and Simple (KISS)

2. CLARIFY
Perlunya klarifikasi, jangan berasumsi! Jika ragu, tanyakan!

Dalam berkomunikasi, ada beberapa komponen di dalamnya, yaitu Verbal (pengaruhnya 7%), Non Verbal (pengaruhnya 93%) terdiri dari Intonasi (38 %) dan Body Languange (55 %).

Formula Komunikasi

Dalam berkomunikasi ada beberapa formula yang harus digunakan, diantaranya sebagai berikut.

1. High Energy

Pada saat berbicara dengan anak-anak, keluarga, atau komunikan, gunakan high energy (lakukan secara sungguh-sungguh). Sehingga mata, hati, dan bahasa tubuh juga turut berbicara. Jangan lakukan kegiatan lain pada saat berkomunikasi, misalnya berbicara sambil bermain handphone, sambil melakukan pekerjaan lain, dan sebagainya.

2. Intensity of Eye Contact

Lihat mata orang yang sedang berbicara dengan kita.Jika berbicara dengan anak-anak, maka segera turunkan badan kita biar sejajar dengan mereka sehingga mata anak dan mata kita bisa saling melihat.

3. Transfer of Feelings

Jadilah pendengar yang baik, jangan buru-buru memberi penjelasan. Kita perlu melakukan komunikasi secara sungguh-sungguh, bukan hanya mendengar saja, tapi berkomunikasi pula dengan hati (benar-benar mendengarkan dan merasakan).

4. Strategy

Mengetahui kapan harus memberikan pujian, kapan harus memberikan kritikan, kapan harus diam, kapan harus memberikan efek jera.

Tantangan I Bunda Sayang

Tugas pada materi ini dinamakan "Games". Untuk games kali ini ada 10 tantangan yang harus dilakukan. Tantangan kali ini dengan tema "Komunikasi Keluargaku"
Caranya:
 
  1. Buatlah "family forum" (forum keluarga) sebagai sarana komunikasi ala keluarga Anda. 
  2. Pilih salah satu dari keluarga Anda untuk melakukan tantangan komunikasi produktif bersama selama minimal 10 hari. Bagi Anda yang belum menikah, silahkan pilih salah satu dari ayah, ibu, kakak, adik atau sahabat. Bagi anda yang sudah menikah, silahkan pilih dengan pasangan atau salah satu dari anak Anda.
  3. Amati dan ceritakan dengan narasi pendek, disertai foto/video juga boleh. Ceritakan Hal menarik apa saja yang Anda dapatkan dalam berkomunikasi dengannya hari ini? Perubahan apa yang Anda buat hari ini dalam berkomunikasi?
  4. Waktu tantangan yang kami berikan dari tanggal 6-22 september 2018 bagaimana caranya?
Posting tantangan 10 hari dari 17 hari yang disediakan di media sosial (FB atau IG), blog atau bisa google doc.
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak, sekarang berdomisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Desain, Parenting, dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar