Header April Hatni

Identifikasi Masalah : Tahapan Pertama di Kampus Ibu Pembaharu

kampus ibu pembaharu

Rabu, 23 Juni 2021 kelas Bunda Salihah sudah dimulai. Aku merasa sangat excited, penasaran, namun juga deg-degan. Tak menyangka bisa sampai di titik ini perjalananku untuk menjadi Ibu Profesional, di Institut Ibu Profesional. Sebuah perjalanan yang tidak sebentar. Semoga Allah memudahkan dan melancarkan ikhtiarku, amin.

Sebelumnya aku sudah belajar bagaimana mendidik anak dengan baik (Bunda Sayang), kemudian belajar bagaimana mengelola keluarga dengan baik (Bunda Cekatan), selanjutnya belajar bagaimana bisa mandiri, memiliki jati diri (Bunda Produktif), dan kini saatnya belajar bagaimana mengetahui ini bermanfaat bagi diri, keluarga, dan lingkungan sekitar (Bunda Salihah).

Bunda Salihah batch#1 kali ini mengambil tema tentang Ibu Pembaharu. Pada tahapan pertama yang dipelajari adalah Identifikasi Masalah. Tahapan ini difokuskan pada diri sendiri dan perubahan yang diinginkan oleh masing-masing mahasiswi.

Tema Ibu Pembaharu dikemas dengan sebuah pola gamification, dengan latar belakang Kampus Ibu Pembaharu. Seluruh Ibu akan berada dalam sebuah kampus, belajar bersama menggali semua “tantangan hidup” yang dihadapi, dan bersama-sama mencari solusinya.

Harapannya setelah mengikuti aktivitas di kampus, setiap ibu akan berkontribusi bagi terwujudnya komunitas yang berkelanjutan, menjadikan masalah sebagai sebuah tantangan, dan menghadirkan manfaat bagi semua umat.


Apa itu Kampus Ibu Pembaharu?


Kampus Ibu Pembaharu adalah tempat belajar para ibu untuk menciptakan inovasi-inovasi sosial berbasis pada masalah dalam dirinya, keluarga, dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, yang disebut Ibu Pembaharu adalah seorang ibu yang menemukan masalah hidupnya, kemudian berani mengubah menjadi sebuah tantangan, membangun tim, dan melakukan aksi hingga menjadi bagian dari solusi.

Every mother a change maker.
ibu pembaharu

Ibu Pembaharu adalah seorang yang konsisten melakukan:

  • Cognitive Empathy

Yaitu mengembangkan kognitif yang mendalam untuk secara aktif mendengarkan dan memperhatikan masalah sosial, betapapun kecilnya masalah tersebut.

  • Teamwork

Yaitu melengkapi dirinya, timnya, komunitasnya untuk berkolaborasi dalam mengerjakan solusi yang berarti.

  • New Leadership

Mengembangkan ketahanan dan kepemimpinan dalam upaya memecahkan masalah sosial sejak usia muda.

  • Creative Problem Solving

Menerapkan pemikiran kritis untuk menghasilkan solusi inovatif guna mengatasi masalah yang kompleks.


Tahapan Menjadi Ibu Pembaharu

Ada delapan tahapan yang dipelajari di kelas ini, yaitu;
  1. Identifikasi masalah, fokus pada diri sendiri dan perubahan yang diinginkan,
  2. Temukan Teman, bersinergi dengan teman untuk memecahkan masalah bersama,
  3. Pahami Masalah, memahami masalah dengan benar, langkah untuk sebuah Aksi nyata,
  4. Memilih Tujuan, hal ini akan menjadi arah perjalanan seorang ibu pembaharu dalam membuat perubahan,
  5. Identifikasi Aksi, memiliki gagasan yang jelas tentang aksi yang akan dilakukan,
  6. Melakukan Aksi, yaitu mengubah gagasan menjadi sebuah kegiatan yang dilakukan dengan bahagia,
  7. ApresiAKSI, yaitu mengapresiasi setiap aksi yang sudah dijalankan
  8. Merayakan Solusi, yaitu merayakan sebuah kemenangan atau solusi yang telah didapatkannya.

Indikator Sukses

Di Kampus Ibu Pembaharu terdapat dua indikator sukses, yaitu indikator komunal dan personal. Indikator komunal berlaku untuk semua mahasiswi, yang ditentukan oleh komunitas, yaitu:
  1. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 tantangan.
  2. Tuntas dengan minimal 7 dari 8 review yang ada.
  3. Mampu mengubah empati menjadi minimal 1 aksi untuk 1 solusi.
  4. Ikut berpartisipasi aktif minimal 2 dari 3 event besar di Kampus Ibu Pembaharu yang akan dilaksanakan pada bulan Agustus, Oktober, dan Desember 2021.
  5. Mampu membuat 1 portofolio aksinya dalam bentuk website/pdf/karya digital lainnya.
Sementara itu, untuk indikator personal bersifat pribadi dan ini ditentukan oleh diri kita sendiri.

Identifikasi Masalah

Memahami masalah dan mampu mengidentifikasi masalah yang ada dalam diri kita dan lingkungan sekitar kita, merupakan keterampilan awal yang harus dimiliki oleh seorang Ibu Pembaharu.

Ada dua hal dalam mengidentifikasi masalah, yaitu:

A. Problem Statement

Sangat penting bagi kita untuk memahami persoalan apa yang sesungguhnya sedang kita hadapi. Dari kumpulan masalah tersebut, kemudian dikelompokkan menjadi masalah pribadi, keluarga, dan lingkungan. Selanjutnya ditentukan satu masalah yang ingin diselesaikan dalam bentuk aksi nyata.

problem statement seorang ibu pembaharu
  • Personal/Pribadi
Seorang melankolis perfeksionis tentunya erat dengan karakter yang sensitif atau perasa, bahasa gaulnya baper. Itulah yang selama ini menjadi problem terbesar dalam hidupku dan akupun hingga sekarang terus menerus belajar mengelolanya.

Selain itu, aku sulit melupakan peristiwa buruk, seperti dikecewakan orang, disakiti orang, bergaul dengan orang-orang yang suka julid, mereka yang suka melabeli orang, bicaranya ketus, dan karakter negatif lainnya.

Sehingga pada suatu hari aku pernah merasa terdzolimi oleh mereka. Peristiwa itu benar-benar sulit untuk dilupakan, termasuk memaafkan pelakunya.

Jika ada/terjadi kasus lain dengan kejadian yang hampir mirip, peristiwa yang lalu akan teringat kembali dan itu sangat mengganggu pikiranku.

Solusi yang aku tempuh selama ini adalah dengan menyibukkan diri untuk hal-hal yang aku sukai, seperti halnya mengikuti kelas-kelas online, bergabung dengan komunitas satu passion yang sama, berkarya, dan sebagainya.

Namun ternyata kesibukanku ini berdampak pada keluarga dan lingkungan. Aku semakin sedikit mempunyai waktu untuk kedua lingkup tersebut.

  • Keluarga
Kurangnya waktu untuk membersamai suami dan anak-anak terkadang membuatku merasa bersalah. Aku yang terlalu sibuk/menyibukkan diri dengan urusan pribadi (penjelasan telah tersebut di atas).

Mengatur ulang manajemen waktu menurutku adalah solusi yang tepat, aku sudah mulai memperbaikinya perlahan dan bertahap.

  • Lingkungan
Karena kesibukan pribadi, kontribusi terhadap komunitas belum maksimal. Sebenarnya dulu ada program pelatihan memaksimalkan Google tools, seperti membuat Google Form, menggunakan Google Drive, membuat Google Site, dan lain sebagainya. Namun, karena suatu hal lainnya program tersebut batal.

B. Root Cause Analysis (Analisa Akar Masalah)

Root Cause Analysis (RCA) adalah metode pemecahan masalah yang digunakan untuk mengidentifikasi akar penyebab suatu masalah.

Tujuan RCA sendiri adalah untuk menemukan apa yang sebenarnya terjadi, mengapa masalah itu bisa terjadi, dan apa yang harus dilakukan agar masalah tersebut tidak terjadi lagi di masa mendatang.

analisis akar masalah ibu pembaharu

Setelah mengidentifikasi masalah pada tahap pertama yaitu Problem Statement di atas, bisa ditarik kesimpulan bahwa akar permasalahan yang sebenarnya adalah terletak pada Manajemen Emosi dan Manajemen Waktu.

Jangan pernah menyerah karena masalah, teruslah melangkah. Sehingga masalah tersebut kewalahan mengikuti jejak langkah solusi kita-Septi Peni Wulandani.

Referensi:
https://www.ibupembaharu.com/
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak, sekarang berdomisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Desain, Parenting, dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar