Header April Hatni

Mengenal Perimenopause

Posting Komentar
mengenal perimenopause

Selama ini kita sudah familiar tentang apa itu Menopause. Namun, pernah nggak kamu mendengar istilah Perimenopause? Lantas apa hubungannya dengan Menopause? 

Aku pun baru mengetahuinya sekitar tahun lalu pada seminar yang diadakan oleh komunitas tempat tinggalku dengan narasumbernya yaitu dr. Kennia.

Kenapa sih kita perlu mengetahui tentang Perimenopause ini? Supaya kita bisa lebih “aware” dan bisa mempersiapkan sejak dini. Nah, buat kamu yang belum mengetahui atau mengenal apa itu Perimenopause, baiknya baca postingan ini sampai tuntas ya!

Apa itu Perimenopause?

Ada beberapa definisi tentang Perimenopause ini:
  • Perimenopause adalah masa menjelang Menopause (Menopausal Transition)
  • Adalah masa perubahan saat tubuh seorang wanita mengalami transisi alami menuju kondisi tidak subur yang permanen (Menopause)
  • Perimenopause dialami oleh bayi perempuan yang terlahir dengan “jatah” jumlah sel telur berbeda
  • Usia Menopause tiap wanita berbeda-beda sesuai “jatahnya”, umumnya 2-8 tahun menjelang Menopause sebenarnya.

Apa perbedaannya dengan Menopause?

Perimenopause adalah masa menjelang Menopause, sedangkan Menopause itu suatu kondisi wanita bila sudah tidak mengalami Haid selama 12 bulan berturut-turut. 
perbedaan perimenopause dengan menopause

Menopause itu sendiri terdiri dari dua macam, yaitu (1) Menopause dini, yaitu Menopause sebelum usia 45 tahun, dan (2) Menopause prematur, yaitu Menopause sebelum usia 40 tahun.

Penyebab Perimenopause

Penyebab Perimenopause pada wanita diantaranya:
  • Selama transisi, hormon estrogen-progesteron akan tidak stabil
  • Merupakan bagian alami dari proses penuaan
  • Seiring penurunan jumlah dan kualitas sel telur dalam ovarium akan terjadi penurunan estrogen berkelanjutan
  • Suatu gejala yang muncul diakibatkan oleh penurunan hormon estrogen
penyebab perimenopause

Usia dan Faktor Risiko Perimenopause

Perimenopause ini dialami oleh wanita pada usia rata-rata 45 – 55 tahun, sebagian ada pula yang merasakan gejalanya di akhir usia 30an.

Munculnya Perimenopause dini umumnya diakibatkan oleh:
1. Merokok
2. Keturunan (riwayat keluarga)
3. Radiasi pada daerah/pengangkatan Kelenjar Pituitari
4. Kemoterapi
5. Radiasi pada daerah Panggul
6. Penyakit genetik atau Autoimun
7. Pengangkatan Rahim
8. Pengangkatan kedua Ovarium
9. Kadar lemak tubuh yang rendah

Gejala dan Tanda Perimenopause

Gejala dan tanda Perimenopause tiap wanita bervariasi. Namun gejala pada umumnya dapat ditandai dengan: 

1. Perubahan siklus haid
2. Sulit tidur
3. Hot Flashes, atau sensasi gerah atau kepanasan yang muncul secara mendadak.
4. Mood swing dan Depresi
5. Penurunan Libido
6. Jantung berdebar
7. Berat badan naik
8. Gangguan kesehatan di Vagina dan saluran kencing
9. Berkurangnya kepadatan tulang
10. Perubahan kadar kolesterol
11. Sakit kepala
12. Migrain

Mengatasi Perimenopause

Ada beberapa cara mengatasi Perimenopause ini, yaitu dengan dilakukan di rumah, kapan harus ke dokter, apa yang akan ditanyakan dokter, pemeriksaan yang diperlukan, pengobatan medis, pengobatan alternatif dan berbagai obat berbahaya yang harus dihindari.

1. Di rumah

Hal-hal yang dapat dilakukan di rumah, antara lain:
  • Dengan perilaku hidup sehat (istirahat yang cukup)
  • Olahraga teratur
  • Hindari Rokok
  • Menghindari Alkohol
  • Prioritaskan makanan sehat
  • Hindari gula dan Kafein
  • Pastikan mengonsumsi Kalsium dan Vitamin D yang cukup
  • Latihan Kegel secara rutin
  • Untuk mengatasi Hot Flashes, yaitu dengan menjaga suhu ruangan dingin, mengenakan baju yang nyaman untuk menghindari panas, dan kendalikan stress
  • Jika ada masalah dengan pasangan saat berhubungan, maka dianjurkan untuk menggunakan pelumas
  • Carilah dukungan dari keluarga, teman dan kelompok pasien dengan kondisi medis yang sama

2. Kapan harus ke Dokter

Untuk tindakan selanjutnya adalah pergi ke dokter, jika;
  • Haid berbeda dari biasanya (perdarahan masif, dan panjang 1,5-2 kali lebih lama)
  • Muncul flek dan pendarahan di antara dua siklus haid
  • Perdarahan tanpa sebab setelah mendapat terapi hormon
  • Gejala tidak hilang setelah terapi yang dilakukan di rumah
  • Nyeri di vagina atau gangguan kemih

Dokter yang harus ditemui adalah Ginekolog, Internist dan dokter keluarga.

Lalu apa saja yang harus disiapkan saat pergi ke dokter? diantaranya adalah Kalender riwayat siklus haid, buatlah daftar gejala yang anda rasakan dan cantumkan obat-obatan yang anda gunakan beserta dosisnya.

3. Pemeriksaan Diagnostik

Untuk pemeriksaan diagnostik ini ada beberapa tahapan, diantaranya;
  • Tes urin kehamilan
  • Kadar FSH (Follicle Stimulating Hormone)
  • Kadar estrogen
  • Kadar TSH (Thyroid Stimulating Hormone)
  • Pemeriksaan lengkap untuk mendeteksi komplikasi: mamografi, pap smear, kepadatan tulang, dan lain-lain

4. Pengobatan Medis

Ada beberapa cara yang dilakukan dalam pengobatan medis, diantaranya;
  • Terapi hormon, yaitu hormon Estrogen sistemik dengan dosis rendah (pil KB) dan Progesteron bila dibutuhkan
  • Vaginal estrogen, yaitu Estrogen dalam bentuk vaginal tablet, ring atau krim (ospemifene)
  • Antidepressants, ini untuk gangguan mood atau pasien yang memiliki kontra-indikasi terapi hormon (meredakan hot flashes)
  • Gabapentin, gunanya untuk keluhan migrain dan hot flashes pada pasien yang memiliki kontraindikasi terapi hormon
  • Clonidine, yaitu obat untuk mengurangi hot flashes dan menurunkan tekanan darah

Pemberian Terapi hormon (ESTROGEN dan PROGESTERON) hanya diberikan jangka waktu pendek 4-5 tahun dengan syarat memeriksakan diri rutin.

5. Pengobatan Alternatif

Selain obat-obatan medis dari dokter, adapun obat alternatif yang bisa digunakan pasien yang mengalami Perimenopause, yaitu;
  • Latihan pernafasan
  • Akupuntur
  • Black cohosh
  • Kedelai
  • Suplemen makanan dengan mengonsumsi secukupnya
  • Bioidentical hormones

6. Obat-obatan Berbahaya

Adapun obat-obatan berbahaya yang harus dihindari, diantaranya;
  • Angelica
  • DHEA (dehydroepiandrosterone)
  • Dong Quai
  • Evening primrose
  • Kava
  • Wild yam

Menghadapi dan Mencegah Komplikasi

Bagaimana cara menghadapi dan mencegahnya? Yaitu dengan memperbaiki Kualitas Hidup. Be Positive! Karena semua wanita normal akan melaluinya. Berikut adalah cara-cara yang bisa ditempuh, yaitu dengan;
  • Mengikuti pola hidup sehat
  • Olahraga teratur, silahkan memilih jenis olahraga yang disukai
  • Mengikuti instruksi dokter, jika dokter menyarankan pengobatan medis maupun alternatif
  • Mencari kegiatan positif (edukatif atau karir) bisa juga berhubungan dengan hobi
  • Memperbanyak kegiatan rekreasi
  • Menghindari stress
  • Meningkatkan spiritualitas

Referensi: Seminar dr.Kennia
April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak, sekarang berdomisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Desain, Parenting, dan Psikologi.

Related Posts

Posting Komentar