“Jam berapa pulangnya?”
“Kan tadi sudah dijawab…”
“Iya… aku cuma memastikan aja…”
Relate nggak, Pak? Hehe…
Wahai para suami, bersabarlah ketika istrimu selalu mengulang pertanyaan yang sama.
Karena memang semua perempuan seperti itu. Nggak cuma aku saja, kok. Hehe…
(Lagi) Kadang pertanyaannya sederhana:
“Kamu marah, ya?”
“Besok jadi pergi, kan?”
“Kamu masih sayang aku, nggak?”
“Aku ganggu nggak, sih?”
“Kamu marah, ya?”
“Besok jadi pergi, kan?”
“Kamu masih sayang aku, nggak?”
“Aku ganggu nggak, sih?”
Dan lucunya, pertanyaan itu bisa ditanyakan berkali-kali.
Sebagian laki-laki mungkin merasa bingung:
“Kenapa sih harus diulang terus?”
“Kenapa sih harus diulang terus?”
Padahal menurut penjelasan Aisah Dahlan, kebiasaan perempuan yang suka mengulang pertanyaan atau membahas masalah lama ternyata ada kaitannya dengan cara kerja otak perempuan.
Bahkan dr. Aisah Dahlan menyebut perempuan yang seperti itu sebagai “perempuan banget.”
Jadi kalau istri Bapak suka mengulang pertanyaan yang sama, suka memastikan sesuatu berkali-kali, atau masih ingat kejadian yang menurut Bapak sudah masuk arsip sejarah... hehe... jangan langsung kesal dulu.
Bisa jadi itu tanda bahwa beliau memang perempuan banget.
Jadi, bukan semata-mata karena perempuan cerewet ya, Pak. Hehe...
Perempuan Memiliki Pusat Bicara yang Sangat Aktif
Menurut dr. Aisah Dahlan, perempuan memiliki pusat bicara di kedua sisi otaknya, yaitu otak kiri dan kanan. Sedangkan laki-laki cenderung lebih dominan menggunakan salah satu sisi saja.
Hal inilah yang membuat perempuan memiliki kemampuan verbal lebih tinggi dibanding laki-laki.
Perempuan rata-rata bisa mengucapkan sekitar 20.000 kata per hari, sedangkan laki-laki sekitar 7.000 kata.
Makanya jangan heran kalau perempuan:
- suka bercerita,
- suka menjelaskan detail,
- suka curhat,
- dan kadang suka mengulang pertanyaan yang sama.
Karena berbicara adalah salah satu cara perempuan mengekspresikan emosi dan membangun kedekatan. Sementara laki-laki sering kali lebih fokus pada inti pembicaraan dan solusi praktis.
Di sinilah kadang terjadi miskomunikasi dalam hubungan.
Perempuan merasa ingin didengar.
Laki-laki merasa:
“Kan tadi sudah dijawab.”
Hehe…
Otak Perempuan Lebih Kuat Menyimpan Detail Emosi
Selain pusat bicara yang aktif, perempuan juga memiliki bagian penghubung otak kiri dan kanan yang disebut corpus callosum yang lebih tebal.
Hal ini membuat perempuan lebih mudah menghubungkan:
- ingatan,
- perasaan,
- emosi,
- dan detail kejadian.
Itulah sebabnya perempuan sering mengingat hal-hal kecil yang mungkin sudah dilupakan laki-laki.
Misalnya:
- nada bicara pasangan,
- ekspresi wajah,
- tanggal tertentu,
- janji kecil,
- atau kata-kata yang pernah menyakitkan.
Lalu laki-laki biasanya heran:
“Kok masih inget, sih? Itu kan sudah lama.”
“Kok masih inget, sih? Itu kan sudah lama.”
Nah… bagi perempuan, memori emosional memang lebih melekat.
Jadi ketika perempuan mengulang pertanyaan atau kembali membahas suatu masalah, sering kali bukan karena ingin mencari ribut.
Tetapi karena emosinya belum benar-benar selesai.
Mengulang Pertanyaan Bukan Berarti Lupa
Ini yang sering disalahpahami.
Kadang perempuan sebenarnya tahu jawabannya.
Namun mereka tetap bertanya lagi karena ingin:
- diyakinkan,
- diperhatikan,
- didengarkan,
- atau mendapatkan validasi emosional.
“Kamu serius sayang sama aku?”
“Aku berubah, nggak?”
“Aku kelihatan capek, ya?”
“Kamu masih nyaman sama aku?”
“Aku berubah, nggak?”
“Aku kelihatan capek, ya?”
“Kamu masih nyaman sama aku?”
Mungkin bagi laki-laki pertanyaan itu terasa berulang. Namun bagi perempuan, jawaban dari pasangan bisa menjadi bentuk ketenangan emosional.
Karena perempuan sering kali merasa dicintai lewat komunikasi dan perhatian kecil.
Jadi saat perempuan bertanya lagi dan lagi, sebenarnya mereka sedang mencari koneksi emosional dengan orang yang dicintainya.
Kadang Perempuan Tidak Butuh Solusi, Hanya Ingin Didengar
Nah ini juga penting dipahami para suami.
Saat perempuan bercerita panjang atau mengulang masalah yang sama, laki-laki biasanya langsung ingin memberi solusi. Padahal belum tentu itu yang dibutuhkan.
Kadang perempuan hanya ingin:
“Didengar aja.”
Sesederhana itu.
Maka jangan heran kalau perempuan bisa merasa sedih ketika jawabannya hanya:
“Yaudah, sih.”
“Biasa aja.”
“Nggak penting.”
“Yaudah, sih.”
“Biasa aja.”
“Nggak penting.”
Padahal bagi perempuan, respons kecil penuh perhatian bisa terasa sangat berarti.
Saat Perempuan Terus Bertanya, Bisa Jadi Itu Bentuk Sayangnya
Lucunya, semakin perempuan peduli, biasanya semakin banyak pula pertanyaannya. Karena mereka memikirkan banyak hal dalam waktu bersamaan.
Mereka ingin memastikan:
- hubungan baik-baik saja,
- pasangannya nyaman,
- keluarganya aman,
- dan dirinya masih dicintai.
Makanya perempuan sering dianggap overthinking. Padahal otaknya memang aktif memproses banyak hal sekaligus.
Jadi kalau istri bertanya:
“Sudah makan?”
“Capek, ya?”
“Besok jadi pulang?”
“Kenapa diam aja?”
Percayalah…
kadang itu hanyalah bentuk perhatian sederhana.
Jangan Langsung Kesal pada Perempuan yang Banyak Bertanya
kadang itu hanyalah bentuk perhatian sederhana.
Jangan Langsung Kesal pada Perempuan yang Banyak Bertanya
Berhenti bercerita.
Berhenti mengulang apa pun.
Mungkin rumah justru terasa lebih sepi.
Karena sebenarnya pertanyaan-pertanyaan kecil itu adalah cara perempuan menjaga kedekatan. Dan kadang, perempuan yang terus bertanya bukan sedang mencari masalah.
Mereka hanya ingin memastikan bahwa dirinya masih dianggap penting. Sebab bagi perempuan, komunikasi adalah bahasa cinta.
Jadi gimana, Pak Suami?
Sudah paham sampai di sini? Hehe…
Jadi dijawab saja ya, Pak…
Jangan malas, jangan cuek, apalagi sampai membuat dia merasa tidak dihargai.
Karena bisa jadi, di balik pertanyaan yang diulang itu, ada hati perempuan yang hanya ingin diyakinkan bahwa dirinya masih dicintai.
Dan bersabarlah…
Sebab begitulah perempuan mencintai:
dengan perhatian, cerita, dan pertanyaan yang terkadang diulang berkali-kali.
dengan perhatian, cerita, dan pertanyaan yang terkadang diulang berkali-kali.
Semoga bermanfaat, ya.
Have a nice day!
Referensi:
YouTube dr. Aisah Dahlan
YouTube dr. Aisah Dahlan







Post a Comment