Apa sih harapanku dari Blogging ini?

apa sih harapanku dari blogging ini?

Tahu nggak? dulu saya ini bisa dikatakan orang yang tidak suka menulis. Kenapa? Saya merasa kesulitan untuk menuangkan kata-kata dalam sebuah tulisan, apalagi tulisan yang panjang. Meskipun aslinya dulu saya adalah seorang guru Bahasa Indonesia, malu sih sebenarnya. Lah kok bisa seorang guru bahasa namun nggak suka menulis. Ya bisa saja kan, namanya minat nggak bisa dipaksakan, setuju? Lantas, kapan sih mulai mencintai kegemaran menulis? nanti akan saya jabarkan pada paragraf berikutnya.  

Baik, saya akan mencoba menuliskan kembali ilmu yang pernah saya pelajari selama di bangku perkuliahan. Menulis itu erat kaitannya dengan kegiatan membaca. Semakin banyak aktivitas membaca seseorang, maka akan memudahkan orang tersebut untuk menciptakan sebuah tulisan. Di dalam komunikasi berbahasa, ada empat keterampilan yang saling terkait; menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Melalui kegiatan membaca dan menyimak, kita berlatih menangkap informasi, sedangkan melalui kegiatan berbicara dan menulis, kita berlatih berinteraksi dengan orang lain. Bagaimana mungkin, saya bisa membuat sebuah tulisan jika aktivitas membaca saya kurang. 

Lalu apa yang mesti dilakukan seorang penulis pemula? Jawabannya tentu saja dengan memperbanyak jam terbang membaca, membaca berbagai informasi, peristiwa, bisa dari buku maupun artikel-artikel yang tersebar di internet. Membuat sebuah tulisan itu bisa dikatakan gampang-gampang susah, gampang bagi yang sudah terbiasa, susah bagi yang baru memulai. Saya pernah mengalami fase ini seperti yang sudah saya jelaskan di atas. 

Apa sih asyiknya Menulis?

Seperti yang sudah saya tuliskan pada postingan sebelumnya, awal saya mulai menulis semenjak masuk Matrikulasi, Ibu Profesional. Dimana di kelas tersebut setiap hari Mahasiswa wajib mengumpulkan jurnal belajar setiap pekan, namanya Nice Homework. Sejak saat itulah, saya mulai meningkatkan aktivitas membaca sebagai bahan referensi dalam penulisan jurnal mingguan. Saya akui, setelah menikah dan mempunyai anak saya sudah jarang membaca ditambah kesibukan aktivitas domestik yang menghabiskan banyak waktu. Dimana tidak menjadikan membaca suatu kebutuhan yang harus dipenuhi.

manfaat menulis itu adalah

Kemudian lanjut masuk kelas Bunda Sayang, saya melatih keterampilan menulis saya secara perlahan dengan konsisten mengumpulkan jurnal harian hingga 10-15 hari setiap bulannya. Alhamdulillah saya bisa menjaga konsistensi saya, terbukti hingga perkuliahan berakhir saya tidak pernah merapel atau melewatkan satu sesi di tantangan 10 hari tersebut. Meskipun jurnal yang saya buat tidak terlalu panjang, tidak mengapa karena saya anggap itu merupakan awal yang harus dilewati oleh penulis pemula untuk menumbuhkan kecintaan terhadap kegiatan menulis tersebut. 

Di tengah-tengah perkuliahan Bunda Sayang, saya mendapatkan Kulwap menulis. Terlebih materi kulwap tersebut menguatkan dan meyakinkan saya untuk mengasah keterampilan menulis saya lebih dalam. Saya baru tahu kalau menulis berkaitan dengan emosi jiwa,  menulis sesungguhnya cara yang sangat baik untuk melepaskan emosi ketika menghadapi sesuatu. Dengan menulis, kita bisa paham perasaan dan isi pikiran kita. Dan dengan menulis, kita  menerapi secara mandiri psikologis kita dengan mengeluarkan emosi-emosi yang tersembunyi. Itulah alasan terkuat saya untuk mencintai kegiatan menulis ini. 

Masuk Rumbel Menulis di IP Asia 

Pada pertengahan 2018, kalau nggak salah, Ibu Profesional Asia (IP Asia) melaunchingkan Rumah Belajar (Rumbel) Menulis yang pertama kali. Tanpa banyak berpikir, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan mendaftarkan diri di Rumbel tersebut. Ini pun tanpa alasan, harapannya agar bisa mengasah lagi kemampuan menulis saya dan lebih termotivasi karena bergabung dengan teman-teman yang sama kepentingan. 

testimoni ikut rumbel menulis

Di Rumbel tersebut kurang lebih ada 30 member. Yang jelas motivasi mereka pun beda-beda, ada yang memang passion nya di bidang kepenulisan, ada yang sedang ingin belajar menulis, ada yang sekedar ingin ikut-ikutan pun ada yang sudah profesional. Lantas bagaimana dengan saya sendiri, apa motivasinya? Saat itu bisa dikatakan masih di tahapan ingin belajar menulis dan cuma sekedar ikut-ikutan. Yah memang itu benar adanya, oleh karenanya saya hanya mampu melewatkan dua kali saat sesi menulis bareng. Sedih sekali memang, kegiatan review buku, blogwalking dan yang terakhir proyek antologi pun saya lewatkan. Namun bukan hanya saya saja sih, ada beberapa orang hingga Rumbel dibubarkan sama sekali tidak pernah mengikuti satu sesi pun.

Hingga akhirnya saya bertanya pada diri saya "ada apakah ini, tidak nyaman kah dengan kegiatan ini? sehingga banyak sekali sesi yang dilewatkan begitu saja”. Saya pun mendapat jawabannya, ternyata saya memang tidak menikmati setiap kegiatan yang ada di Rumbel tersebut. Menulis tidak bisa dipaksakan, menulis butuh waktu, konsentrasi dan fokus. Saat pikiran kacau, badan lelah, jelas tidak bisa menciptakan sebuah tulisan yang ‘enak’ dibaca.

Jika diibaratkan dua orang yang sedang berbincang, tulisan adalah ucapan atau perkataan dari seseorang yang bercerita (penulis), dan pembaca adalah orang yang diajak berbincang. Apa asyiknya berbincang dengan orang terpaksa, menekuk wajah, dan sesekali mengeluh? Dapat dipastikan jawabannya adalah tidak asyik! 

Menulis dengan hati, karena sangat penting ketika menulis hati kita hadir, tidak terpaksa, maka dipastikan tulisan tersebut seolah ada ruhnya. Menulis dengan bersikap seperti kita berbicara kepada seseorang. Dengan memerhatikan siapa yang kita akan ajak bicara. Itu akan membawa gaya tulisan kita. 

Duh, sejak tadi pembahasannya menulis sih kok bukan ngeblog. Lah ya sama saja kan, ngeblog itu juga  aktivitas menulis, namun menulisnya di internet, begitu kan?

Mentorship program Bunda Cekatan

Akhir tahun 2019, saya lanjutkan menuntut ilmu di Ibu Profesional. Kali ini saya sudah masuk ke jenjang Bunda Cekatan. Di Bunda Cekatan, kami para mahasiswa mendapatkan tugas membuat Mind Map belajar kita, apa saja tujuan belajar selama di kelas ini. Karena menulis salah satu kegiatan yang harus saya pelajari, maka saya tuliskan di Mind Map tersebut. Saya berusaha untuk mencintai kegiatan ini agar mendapatkan manfaat dari seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya.

mentorship blogging Ibu Profesional

Saya latih terus menerus keterampilan saya dengan mengumpulkan jurnal tiap pekannya, seperti di kelas-kelas sebelumnya (Matrikulasi dan Bunda Sayang) tanpa men-skipnya. Hingga sampailah pada tahapan kupu-kupu, yang mana di tahapan ini ada Program Mentorship. Semua mahasiswa bisa mendaftarkan dirinya sebagai mentor jika mempunyai kemampuan/menguasai ilmu tertentu untuk dibagikan kepada teman-temannya. 

Saya buka kolom cari Mentor dan ketik keyword ‘blogging’, kemudian muncullah beberapa nama di situ dan akhirnya pilihan jatuh kepada satu nama, yaitu Marita Ningtyas. Tanpa pikir panjang, pun tanpa cek profil terlebih dahulu saya langsung send message untuk dijadikan mentee beliau. Alhamdulillah diterima, meski responnya agak lama, karena hati ini sudah deg-degan menunggu jawaban.

Selama perjalanan mentorship kali ini, saya sudah mendapatkan banyak sekali ilmu blogging, mulai setting template melalui Html, menata tampilan blog, optimalisasi SEO pada gambar hingga menata tulisan di blog itu sendiri. Alhamdulilah saya menikmatinya dari waktu ke waktu. Apalagi melihat tampilan blog sudah menarik, membuatku semakin bersemangat dalam menulis di  blog. Sungguh ini sangat menyenangkan, apalagi dapat 2 pelajaran yang sangat berharga bahwa saat menuliskan di blog jangan copy paste semua dari Google Document (termasuk gambar) karena ada elemen-elemen yang ada di dokumen tersebut akan terbawa di blog. Sehingga gambar pun tidak responsif.

Harapan dari Blogging

harapanku dari blogging

Dalam melakukan sesuatu pastilah ada harapan atau mimpi yang dicita-citakan. Tak terkecuali dalam kegiatan blogging. Harapanku dari Blogging ini adalah:
1. Menjadikan blogging suatu kebutuhan
Seperti yang kita ketahui selama ini, banyak sekali manfaat dari menulis (baca: ngeblog) selain yang saya sebutkan di atas, diantaranya;
  • dengan menulis (ngeblog) dapat mengenali kemampuan dan potensi diri
  • dengan menulis (ngeblog), kita dapat mengembangkan gagasan
  • ‘memaksa’ kita menyerap, mencari dan menguasai informasi
  • dapat mengorganisasi gagasan sistematis serta mengungkapkan secara tersurat
  • dapat mendorong kita belajar secara aktif, dan
  • dapat membiasakan berpikir dan berbahasa secara tepat

Dengan menjadikannya kegiatan tersebut menjadi suatu kebutuhan, insyaAllah kita akan banyak mendapatkan beberapa manfaat tersebut di atas.

2. Menjadi Blogger (penulis) profesional? 
Tak ada yang tak mungkin jika Allah meridhoi, meskipun saat ini saya ibarat bayi yang masih belajar merangkak. Menjadi penulis profesional dan bermanfaat bagi banyak orang adalah harapan masa depan, entah kapan, selama kita mau bersungguh-sungguh, berusaha untuk konsisten dan berdoa, insyaAllah Allah akan membukakan jalan yang mudah. 
man jadda wa jadda (barang siapa yang bersungguh-sungguh maka ia akan berhasil)

April Hatni
Saya adalah seorang ibu dari dua anak dan sekarang domisili di Qatar. Saya sangat tertarik dengan Design, Parenting dan Psikologi.

Related Posts

Subscribe Our Newsletter